RADAR KUDUS – Sebuah kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang berada di Kampung Clangap, Kelurahan Begajah, Sukoharjo Kota, Sabtu (15/11) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kereta Api (KA) Batara Kresna jurusan Solo–Wonogiri menabrak mobil Toyota Rush putih berpelat AD 1070 ZK yang datang dari arah kawasan permukiman.
Perlintasan yang letaknya berada di belakang warung Pecel Mbok Sinem itu memang kerap dilewati warga setempat.
Baca Juga: Berkat Dukungan Lestari Moerdijat, Pendapa Kabupaten Jepara Terealisasi Menjadi Museum Kartini
Namun, karena tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga, area tersebut sudah lama dinilai rawan kecelakaan.
Mobil yang dikendarai seorang penata rias asal Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, terseret beberapa meter setelah bagian depan dan sisi kendaraan menghantam rangkaian kereta. Warga sekitar menyebut suara benturan terdengar cukup keras.
”Kereta tiba-tiba sudah dekat. Mungkin pengemudi tidak menyadari datangnya kereta atau kurang mendengar suaranya. Benturannya keras sekali,” ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian.
Dua orang di dalam mobil langsung ditolong warga sebelum petugas datang. Keduanya kemudian dibawa ke RS Nirmala Suri untuk menjalani perawatan medis.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kondisi korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.
Insiden serupa juga tercatat dalam laporan resmi perkeretaapian.
Baca Juga: Longsor Maut di Majenang: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas, Pencarian Berlanjut
Kereta Api Batara Kresna nomor 514 relasi Purwosari–Wonogiri tertemper sebuah mobil di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di km 16+4 petak jalan Sukoharjo–Pasarnguter pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.43 WIB.
Perlintasan itu termasuk titik tidak terjaga dan tidak teregister.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, membenarkan laporan awal terkait kejadian tersebut.
“Kami mendapatkan informasi KA Batara Kresna tertemper kendaraan roda empat di perlintasan yang memang tidak ada penjaganya. Langsung dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan awal,” jelasnya.
Mobil yang terlibat adalah Toyota Rush putih bernomor AD 1070 ZK yang dikemudikan Asril Nurdin, warga Bakalan RT 002/RW 001, Kecamatan Polokarto.
Di dalam mobil juga terdapat penumpang bernama Sumarni, yang beralamat sama.
Keduanya selamat dan segera dievakuasi ke RS Nirmala Suri untuk mendapatkan penanganan.
Petugas perjalanan kereta sempat melakukan pemeriksaan rangkaian karena ditemukan indikasi kerusakan pada roda kereta K1 38201.
Setelah dinyatakan aman, kereta diizinkan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan terbatas, maksimal 10 km/jam, menuju Stasiun Pasarnguter.
Sesampainya di stasiun pada pukul 07.12 WIB, dilakukan pengecekan lanjutan. Pemeriksaan selesai pada pukul 07.34 WIB dan KA Batara Kresna kembali beroperasi seperti biasa.
Toni menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan masyarakat saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan. Pengguna jalan wajib memastikan situasi benar-benar aman sebelum menyeberang rel,” tegasnya.
Editor : Ali Mustofa