RADAR KUDUS – Kecelakaan tragis terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (19/10/2025).
Sebuah mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Desa Boto Daleman tertabrak Kereta Api (KA) Mataram di perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di Desa Dewi, Kecamatan Bayan.
Dua orang meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini.
Baca Juga: Badai Tropis Fengshen Terjang Filipina, 8 Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi
Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, di kilometer 481+3 petak jalan Jenar–Kutoarjo.
Mobil boks MBG bernomor polisi AA 8041 UV diketahui melintas dari arah utara ke selatan.
Nahas, pada saat bersamaan, melintas KA 75 Mataram relasi Solo Balapan–Pasar Senen dari arah timur menuju barat.
Benturan keras tak terelakkan. Mobil terpental sejauh sekitar 10 meter dan masuk ke saluran air di dekat rel.
Bagian depan mobil hancur total, sedangkan badan mobil terendam di genangan air cukup dalam.
Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyanto membenarkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Penampilan TWICE di VSFS 2025: Antara Profesionalisme, Kreativitas, dan Antusiasme Publik Global
“Mobil menyeberangi rel tanpa palang pintu dari utara ke selatan, sementara kereta datang dari arah timur ke barat,” ujarnya, Minggu (19/10).
Akibat insiden itu, dua orang di dalam mobil menjadi korban. Retno Yugo Pamungkas (31), warga Kelurahan Kutoarjo, meninggal di tempat.
Sementara Nur Syarifudin (26), warga Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, sempat menjalani perawatan intensif di RS Palang Biru Kutoarjo, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut warga sekitar, tabrakan tersebut terdengar sangat keras.
“Suara benturannya luar biasa. Kami keluar rumah dan lihat mobil sudah di kolam. Dua korban sudah dievakuasi keluar mobil,” tutur Abdul Wahab Setiawan (37), saksi mata di lokasi.
Ia mengatakan, perlintasan tanpa palang di wilayah itu memang rawan.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di sini. Warga berharap ada palang pintu atau underpass, karena jalur ini ramai dilewati kendaraan antar-desa,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan SPPG Desa Boto Daleman, Wikan Santoso, menjelaskan mobil tersebut sebenarnya sedang menuju Yogyakarta untuk membeli perlengkapan dapur program MBG.
“Iya, rencananya mau belanja perlengkapan dapur. Dapur MBG kami baru akan dioperasikan akhir bulan ini, masih tahap persiapan,” kata Wikan.
Ia menyebut, dapur MBG Desa Boto Daleman baru akan menjalani uji coba operasional pada Kamis (23/10) dan diresmikan sekitar 27–28 Oktober 2025.
Di sisi lain, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyayangkan kejadian tersebut.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang.
“Kami sangat menyesalkan terjadinya kecelakaan ini. KAI mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin, berhenti sejenak, tengok kanan kiri sebelum melintas di jalur KA,” ujarnya.
Feni memastikan seluruh awak dan penumpang KA Mataram selamat.
Baca Juga: Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Korupsi Rp13,2 Triliun Hasil Korupsi CPO di Kejagung
Usai kejadian, kereta sempat berhenti di Stasiun Kutoarjo untuk pemeriksaan rangkaian dan penggantian lokomotif sebelum melanjutkan perjalanan kembali sekitar pukul 12.30 WIB.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Jawa Tengah.
Pihak kepolisian bersama PT KAI berencana mengevaluasi titik-titik rawan serupa agar tidak kembali memakan korban.
Editor : Ali Mustofa