Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi Pembacokan Anggota TNI di Wonosobo: Ratusan Warga Mengamuk, Tuntut Kafe Ditutup dan Pelaku Pembacokan Dihukum Mati

Ali Mustofa • Selasa, 16 September 2025 | 19:10 WIB
Warga merusak Kafe Shaka di Desa Jolontoro Sapuran pada Minggu (14/9/2025).
Warga merusak Kafe Shaka di Desa Jolontoro Sapuran pada Minggu (14/9/2025).

RADAR KUDUS – Amarah ratusan warga meledak setelah insiden pembacokan yang menewaskan anggota TNI, Serda Rohman Setyawan, di sebuah kafe di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Minggu (14/9/2025).

Massa yang berkumpul langsung melampiaskan kekesalan mereka dengan merusak fasilitas kafe.

Kaca pecah, meja kursi terbalik, hingga sejumlah perabot hancur berserakan.

Baca Juga: Pelarian Berakhir, Pembunuh Anggota Kodim 0707/Wonosobo Dibekuk Tim Gabungan di Rumah Kosong

Situasi semakin panas ketika warga hampir membakar bangunan, namun akhirnya hanya menyalakan ban bekas di depan kafe sebagai bentuk protes.

“Itu bentuk kekecewaan warga. Mereka menuntut kafe ini ditutup permanen karena dianggap biang keributan,” ujar salah satu saksi mata di lokasi.

Kafe yang biasanya ramai kini porak-poranda. Papan nama tercabut, dinding berwarna hitam penuh bekas lemparan benda tumpul, dan bau asap pembakaran masih menyengat hingga malam.

Suasana mencekam membuat aparat bergerak cepat. Polisi dan pihak pengelola akhirnya sepakat menutup sementara kafe tersebut.

Kerusuhan ini dipicu oleh insiden tragis yang menimpa Serda Rohman. Saat mencoba melerai perkelahian, ia justru terkena sabetan senjata tajam dari salah satu pengunjung bernama Iwan.

Meski sempat dibawa ke RS PKU, nyawanya tak tertolong.

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno menyampaikan rasa duka mendalam.

Baca Juga: Cremonese Petik Poin di Markas Verona Berkat Ketangguhan Emil Audero

“Kami sangat kehilangan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan kasus ini ditangani sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Hingga Senin (15/9/2025), bekas amukan massa masih tampak jelas. Pecahan kaca, dinding retak, serta kursi meja yang patah menjadi pemandangan sisa kericuhan.

Area kafe pun dipasangi garis polisi dengan papan pengumuman penutupan dari pihak berwenang.

Sementara itu, sehari setelah kejadian, pelaku pembacokan berhasil ditangkap aparat di wilayah Kecamatan Kepil.

Penangkapan tersebut memicu ratusan warga Desa Jambusari, Kecamatan Kertek, mendatangi Mapolres Wonosobo, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut agar Iwan dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga: Niat Baik Belum Tentu Berakhir Manis, 7 Kebaikan Ini Justru Bisa Jadi Bumerang dalam Hidup

Menurut perwakilan warga, Ruli Khoirul Annas, Serda Rohman bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga tokoh muda yang dihormati masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi pelaku mendapat keringanan. Hukuman mati adalah harga setimpal,” tegasnya.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan yang menemui massa berjanji proses hukum akan berjalan transparan.

“Kami akan melaporkan perkembangan perkara ini setiap hari. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Kini, selain duka mendalam, gelombang desakan hukuman berat terus menguat. Warga berkomitmen mengawal jalannya persidangan hingga pelaku mendapat hukuman maksimal.

 

Editor : Ali Mustofa
#pembacokan #insiden tragis #kafe #perkelahian #anggota tni