Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalillahi... Pemilik Leker Paimo yang Legendaris di Semarang Meninggal Dunia, Inilah Sekilas Perjalanan Usahanya

Fairus Salsabila Zahro • Sabtu, 12 April 2025 | 22:04 WIB
Leker Paimo (Foto : Radar Semarang)
Leker Paimo (Foto : Radar Semarang)

RADAR KUDUS - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, pemilik usaha jajanan legendaris di Semarang, Leker Paimo, yaitu pak Paimo Al Suparmo dikabarkan telah meninggal dunia pada hari Kamis (10/4/2025) diusia 58 tahun.

Selain pemilik, dahulu beliau jugalah yang langsung melayani penjualan kue leker tersebut kepada pelanggan.

Dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang, jenazahnya dimakamkan di kampung halamannya, yaitu Purwodadi.

Leker Paimo ini bukan hanya sekedar jajanan biasa, ia sangat legendaris bahkan sudah menjadi salah satu kuliner terpopuler di Kota Semarang.

Gerai Leker Paimo hampir selalu dipadati pembeli. Selain karena rasanya, leker ini juga memiliki keunikan tersendiri.

Apa yang sudah dicapai Leker Paimo bukanlah sesuatu yang didapatkan secara instan. 

Leker yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini warung/gerainya sempat berpindah-pindah.

Awal mulanya Pak Paimo berjualan leker secara sederhana di depan salah satu SD di Semarang. 

Leker Paimo telah melewati banyak era dari tahun ke tahun, termasuk juga zaman krisis ekonomi moneter 1997-1998 dan juga tentunya pandemi Covid-19.

Meskipun begitu, usaha ini tidak tumbang begitu saja, justru semakin maju dan berkembang.

Leker yang awalnya biasa saja disulap oleh Pak Paimo dan istrinya menjadi spesial, dengan menghadirkan banyak varian.

Leker Paimo memiliki setidaknya 30-an varian, ada isian manis dan asin.

Pilihan isian manisnya yaitu cokelat, pisang cokelat, keju, dan lain-lain, dan untuk Anda yang suka gurih dapat mencoba leker dengan isian tuna, sosis, telur, kornet ataupun mozarella.

Ini membuat leker yang umumnya biasa saja menjadi lebih naik kelas. Penyajiannya pun juga tidak seperti leker pada umumnya.

Selain itu, adonan tepung yang digunakannya berbeda, maka dari itu leker ini istimewa. Terdapat dua tipe kulit, yaitu kulit leker yang tipis renyah atau yang agak tebal.

Mulai tahun 1996, Pak Paimo dan istrinya lalu memutuskan untuk berjualan di depan SMA Kolese Loyola.

Dahulu, semua pekerjaan penjualan kue leker ini dilakukan hanya berdua dengan istri, sekarang sudah dibantu oleh beberapa karyawannya.

Saat ini, cara memesan Leker Paimo adalah dengan menulis pesanannya di kertas, kemudian ditumpuk sesuai urutan.

Leker Paimo dijual dengan harga yang bervariasi juga.

Pak Paimo sendiri dikenal sebagai orang yang ramah, dan pekerja keras.

Pencapaian usaha Leker Paimo hingga menjadi jajanan legendaris dan populer khas Semarang tentu diraih dengan penuh perjuangan selama lebih dari 40 tahun.

Editor : Ali Mustofa
#Leker Paimo #meninggal #semarang #kue #pemilik usaha #pelanggan