SEMARANG – Selasa (11/2) merupakan hari naas bagi dua mahasiswa Unissula Semarang ini.
Keduanya ditemukan tewas usai tenggelam di kolam retensi di kampus sekitar pukul 16.30 WIB.
Mahasiswa tersebut adalah Syarif Hidayatullah, mahasiswa Fakultas Teknologi Industri angkatan 2024 asal pulau Bawean Jawa Timur.
Serta Andre Puji Setiawan, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 asal Kabupaten Jepara.
Semula kedua korban berenang di waduk kampus setelah mendapat tantangan dengan imbalan Rp50 ribu. Namun berakhir tragis.
Kejadian ini awalnya ada enam mahasiswa bermain di sekitar kolam retensi.
Sebelumnya, Kompol Rismanto membeberkan dua mahasiswa Unissula Semarang yang tenggelam tersebut bernama D, Fakultas Tehnik Industri, dan A, mahasiswa FKIP.
Informasi awal yang diperoleh, kejadian bermula saat korban bermain bersama rekan-rekannya di pinggir kolam retensi. Disela obrolan, dua remaja ini terlibat sayembara manakala bisa berenang menyeberangi kolam mendapat uang.
"Awalnya nongkrong dipinggiran kolam retensi, enam orang termasuk korban. Lha istilahnya sayembara, kalau kau bisa berenang menyebarang tak kasih uang Rp 50 ribu," bebernya.
Ternyata, salah satu korban tersebut tidak menolak tantangan sayembara tersebut dan nyebur ke kolam retensi. Namun belum berhasil mencapai tujuan, korban tenggelam.
"Nah temannya satunya yang buat sayembara ini bingung, terus berupaya menolong tapi malah ikut tenggelam. Sampai sekarang belum ditemukan, masih proses pencarian," katanya.
Pihak kampus yang mendapat laporan naas tersebut bergerak cepat dengan menghubungi pihak kepolisian, Tim SAR, dan ambulan dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung.
Kedua korban ditemukan Tim SAR gabungan secara terpisah di kolam retensi dengan kedalaman air sekitaran tiga meter dengan luasan 70 meter.
Satu korban ditemukan diatas pukul 19.45. Selang 15 menit kemudian, satu korban juga berhasil ditemukan.
"Iya, sudah di temukan, secara terpisah. Informasi tenggelam di kedalaman tiga meter," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto.
Selanjutnya korban dievakuasi kedaratan dimasukan ke dalam kantong jenazah.
"Dua-duanya ditemukan meninggal, laki-laki semua. Akan dibawa ke RSI Sultan Agung dulu, untuk keperluan lebih lanjut," bebernya.
Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula Dr Setiawan Widiyoko SH MKn menyampaikan rasa duka yang mendalam.
“Kami civitas akademika Unissula merasa sangat kehilangan dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kejadian naas tersebut merupakan insiden yang terjadi di luar kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan.
Editor : Ali Mustofa