RADAR KUDUS – Sebelumnya dikabarkan seorang pemilik sapi yang merupakan warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati Semarang menemukan ternaknya mati mendadak pada awal bulan Agustus 2024.
Anehnya, sapi yang berjumlah 10 itu mati mendadak, dan 5 diantaranya mati tanpa sebab yang wajar.
Padahal sebelumnya pemilik sapi mengatakan kondisi sapi sehat dan tidak ada kejanggalan.
Baca Juga: Keluarga Bantah Tewasnya Dokter Aulia Risma Bantah karena Bunuh Diri, Ini Alasannya
Baru-baru ini terungkap bahwa 10 sapi tersebut mengidap penyakit menular hewan. Penyebab tersebut diketahui dari hasil sampel yang dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Jogyakarta, yang diterima Dispertan akhir minggu lalu.
Melansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), penyakit itu bersumber dari bakteri bernama septichaemia epizootica (SE), atau lebih dikenal sebagai penyakit ngorok.
Bakteri itu adalah Pasteurella multocida dan dapat menimbulkan kematian mendadak pada hewan yang terinfeksi.
Baca Juga: Kabar Baik, Ada Konser Gratis di Taman Indonesia Kaya Semarang, Catat Tanggalnya
"Lima sapi milik peternak di Cepoko Gunungpati yang mati kemarin, positif SE, negatif PMK dan negatif keracunan pakan. Setelah penemuan ini petugas pun melakukan uji sampel kepada dua sapi milik peternak yang masih hidup, dan ternyata kedua sapi tersebut terjangkit SE " jelas Irene Natalia Siahaan, Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang.
Setelah menemukan kasus positif ini pihaknya langsung memberikan pengobatan dan disinfektan bagi peternak.
Baca Juga: Ngeri! Fortuner Terjun ke Jurang di Jalur Batang-Dieng, 4 Penumpang asal Jakarta Tewas
Ia juga menjelaskan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, pemilik ternak harus menjaga kebersihan kandang, mengisolasi hewan yang terinfeksi, dan memberikan vaksinasi secara teratur.
Untuk pencegahan kepada peternak lain pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada peternak di Gunungpati dan Mijen untuk mencegah kejadian serupa.
Baca Juga: Diperiksa 2,5 Jam oleh KPK, Begini Kata Walikota Semarang
_____
Kamu bisa tetap update informasi terkini dan berita pilihan kami langsung dari WhatsApp.
Ikuti saluran WA Radar Kudus (WhatsApp Channel Radar Kudus) :
https://www.whatsapp.com/channel/0029VakZMgLKGGGHjPkBUI2K
Editor : Abdul Rokhim