Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Mistis Ritual Wedus Kendit Sebagai Tradisi Tolak Bala Pasca Banjir Besar di Karanganyar Demak

Dzikrina Abdillah • Kamis, 21 Maret 2024 | 18:12 WIB
ILUSTRASI Wedus Kendit.
ILUSTRASI Wedus Kendit.

DEMAK - Warga di sekitar Sungai Wulan, Karanganyar, Demak melakukan ritual Wedus Kendit saat penutupan tanggul jebol.

Sebelumnya diberitakan wilayah Karanganyar, Demak beberapa waktu terakhir dilanda banjir besar.

Banjir itu bahkan telah menjadi selama satu pekan.

Bencana Banjir di Kabupaten Demak disebabkan curah hujan yang tinggi ditambah dengan jebolnya sejumlah tanggul.

Bahkan banjir jalur Pantura Karanganyar mencapai ketinggian satu meter lebih.

Ternyata, banjir di Karanganyar, Demak menyimpan banyak misteri.

Cerita itu sempat menjadi viral di media sosial lantaran salah satu pekerja penambalan tanggul melihat sosok kakek misterius berkaos oblong.

Kakek misterius tersebut datang di tengah hujan yang lebat.

Para pekerja menyebut kakek tersebut memberikan wejangan agar dilakukan ritual Wedus Kendit saat penutupan tanggul.

Hal itu lantaran tanggul itu ada punden (makam tokoh desa).

Namun, selama ini warga setempat dianggap sudah tidak menghargai lagi dengan bersedekah bumi.

Sosok itu juga mengingatkan agar pengemudi eskavator itu segera meninggalkan lokasi karena tanggul akan jebol lagi.

Baca Juga: Mitos Munculnya Buyuk di Perairan Jepara yang Dipercaya Masyarakat, Pertanda Apa?

Mendasarkan pengalaman itu, akhirnya penutupan tanggul dilaksanakan dengan penanaman wedus kendit di area tanggul beserta ubo rampenya.

Kambing yang disembelih tersebut satu ekor.

Kulit kambing berwarna hitam dan tengahnya putih. Sehingga dinamakan wedus kendit.

Sementara informasi yang dihimpun kepala kambing dan kaki tersebut akan dipendam di atas tanggul.

Sedangkan dagingnya akan dibagikan kepada warga.

Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.

"Sebetulnya, sisi mistis ini juga kami alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak,” ujarnya.

Menurutnya beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran.

Karena itu, kata bupati, kearifan lokal dengan adanya wedus kendit tersebut diharapkan bisa menguatkan dalam penutupan tanggul Sungai Wulan.

Adapun ritual pemotongan kambing kendit merupakan tradisi turun-temurun yang diyakini sebagai medium ritual yang dianggap punya kekuatan untuk menolong warga desa.

Kepercayaan bahwa tradisi tersebut bisa menjauhkan penduduk dari malapetala.

Hal itulah yang menyebabkan ritual-ritual yang menyertai dalam ritual adat itu masih dilakoni warga hingga hari ini.

Masyarakat percaya, menjalani tradisi warisan masa lampau merupakan ikhtiar bersama menjaga kearifan desa.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan karena tradisi dan teknologi memang bisa berjalan bersama.(gal).

Editor : Dzikrina Abdillah
#tolak bala #karanganyar #banjir #demak #mistis #ritual #tradisi #Wedus Kendit #cerita