Prosesi ini dilakukan sebagai langkah selamatan pekerjaan penambalan tanggul agar segera teratasi.
Sebelumnya beredar pembawaan kambing kendit ke arah proyek penambalan tanggul.
Sementara kambing yang disembelih tersebut satu ekor.
Kambing tersebut kulitnya berwana hitam dan tengahnya putih.
Sementara informasi yang dihimpun kepala kambing dan kaki tersebut akan dipendam di atas tanggul.
Sedangkan dagingnya akan dibagikan kepada warga.
Menurut warga sekitar Mbah Suripto mengatakan, proses selamaten dengan penyembelihan kambing kendit ini bermula dari pekerja penambalan tanggul melihat sosok kakek berkaos oblong.
Operator tersebut bertemu kakek tersebut berada di tanggul.
”Kambing dari sumbangan donator, ada inisiatif keselamatan bersama masyarakat,” katanya.
Jenis kambing kendit tersebut dipilih, lantaran adanya percapakan antara kakek misterius dengan operator.
Hal itu bukan semata-mata permintaan operator alat berat.
Sementara penyembelihan dilakukan pada pukul 09.00 di atas lokasi tanggul yang jebol.
Pada prosesi tersebut, kepala dan kaki kambing di pendam di atas tanggul.
”Kalau mengerjakan sesuatu apapun harus dilakukan selamatan. Raketan ada bubur merah putih menyesuaikan adat istiadat setempat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan, tradisi selamatan tersebut sudah membumi di masyarakat sekitar.
Hal tersebut merupakan bagian dari memanjatkan doa.
Dengan ikhtiar batin tersebut, pekerjaan penambalan tanggul diharapkan bisa selesai tepat waktu.
”Semoga pekerjaan cepat selesai dan pekerja aman semua,” harapnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa