DEMAK – Hampir sepekan ini banjir bandang yang melanda Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) belum surut.
Tak hanya merendam ribuan rumah warga, banjir juga membuat Jalur Pantura Timur Kudus-Demak tepatnya di Karanganyar lumpuh total.
Terbaru, Selasa (13/2) pagi banjir semakin meluas. Bahkan air deras meluas wilayah Kecamatan Mijen.
Banjir terus meluas lantaran tanggul Sungai Cabean yang jebol masih belum diatasi secara tuntas.
Camat Mijen, Purkanto mengatakan, air datang malam hari.
"Banjir besar di wilayah Kecamatan Mijen baru masuk pukul 20.00 semalam (Senin/12/2)," katanya.
Menurutnya, Selasa ini (13/2) baru dilakukan rapat koordinasi terkait penanganan banjir di Kecamatan Mijen tersebut.
"Kita rapatkan pukul 09.00 ini,"ujar Purkanto.
Lanjut Purkanto, akibat banjir itu, jalan raya penghubung Demak-Jepara ikut terendam.
Kendaraan sulit melaju lantaran arus banjir cukup deras yang cenderung terus meninggi. Kendaraan melaju penuh hati-hati.
Seperti diketahui, jalan raya tersebut merupakan jalan alternatif pengalihan arus kendaraan saat jalan Pantura Karanganyar putus akibat banjir sebelumnya.
Kini, ruas Welahan-Trengguli tersebut juga sudah kebanjiran sehingga tidak ada lagi jalan alternatif pengalihan arus lalu lintas dari Jakarta-Surabaya dan sebaliknya.
Sementara itu, jalur alternatif Mayong-Mijen juga terpantau terendam banjir dan mengakibatkan kemacetan parah.
Kepadatan arus lalu lintas tidak hanya dari arah Kudus, melainkan juga dari arah Semarang sejak di bundaran Trengguli Demak hingga Mayong Jepara.
Sopir Truk nekat menembus genangan banjir di jalan Raya Demak-Jepara, pagi ini, selasa (13/2/24) imbas meluapnya sungai Wulan, Demak.
"Terpaksa harus nembus mas, karena barang kiriman harus secepatnya dikirim, karena kalau gak takut membusuk," ungkap Sunaryo, pengemudi truk yang mengangkut sayuran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menyebutkan, banjir yang melanda tersebut akibat dari jebolnya sejumlah tanggul sungai.
Termasuk Sungai Wulan dan Kali Jratun alur saluran Waduk Kedungombo.
Editor : Ali Mustofa