Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kondisi Terkini Banjir di Demak: Dua Tanggul Jebol, Ribuan Warga Mengungsi

Dzikrina Abdillah • Jumat, 9 Februari 2024 | 17:53 WIB
Sejumlah warga mengungsi di Musala Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (9/2).
Sejumlah warga mengungsi di Musala Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (9/2).

DEMAK - Bencana banjir di Kabupaten Demak memburuk menyusul jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Sungai Jratun. Jumat (9/2).

Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Sungai Jratun debit air naik hingga warga terpaksa mengungsi.

Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Jratun, mengakibatkan empat desa di Kecamatan Karanganyar terdampak banjir.

Seperti Desa Ketanjung, Desa Karanganyar, Desa Undaan Lor, dan Desa Ngemplik Wetan, dengan jumlah rumah terdampak 1.350-an rumah.

Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Jratun, mengakibatkan empat desa di Kecamatan Karanganyar terdampak banjir. Seperti Desa Ketanjung, Desa Karanganyar, Desa Undaan Lor, dan Desa Ngemplik Wetan, dengan jumlah rumah terdampak 1.350-an rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mencatat jumlah warga Kabupaten Demak yang mengungsi akibat banjir mencapai 8.170 orang.

Mereka berasal dari berbagai daerah yang terdampak banjir.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur .

”Jumlah warga yang mengungsi sebanyak itu, merupakan hasil pendataan per Kamis (9/2) pukul 22.00 WIB,” katanya, Jumat (9/2).

Ia mengatakan, ribuan pengungsi tersebut, ada yang menempati tempat ibadah, balai desa, dan sekolah.

”Pengungsi terbanyak di Desa Kedungwaru Lor mencapai 4.500 jiwa, disusul Desa Undaan Kidul mencapai 2.569 orang. Sedangkan tempat lain jumlah pengungsi bervariasi,” tutur Agus Nugroho Luhur.

Baca Juga: Pantura Karanganyar Demak Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Semarang-Kudus Dialihkan lewat Jalur Ini

Dilaporkan akibat tanggul Sungai Jratun jebol debit air naik hingga 15-20 sentimeter (cm).

Sementara itu, tanggul Sungai Wulan yang jebol, kata dia, terjadi di dua titik, yakni di Dukuh Norowito.

”Kami masih melakukan pendataan di Kecamatan Karanganyar karena data yang masuk baru dari dua desa,” ujar Agus Nugroho Luhur.

Dilaporkan, total wilayah terdampak banjir sebanyak 30 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Sedangkan jumlah keluarga terdampak mencapai 16.389 keluarga dengan total mencapai 63.465 jiwa. Ratusan hektare areal pertanian juga terndam.

Banjir di Kecamatan Karanganyar juga mengakibatkan akses Jalan Pantura Timur Demak-Kudus terputus karena tergenang banjir dengan kedalaman bisa mencapai 140-an cm.

Editor : Dzikrina Abdillah
#banjir #demak #kondisi