Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Jalur Pantura: Macet Parah Hingga 7 Jam, Sopir Mengeluh Lapar dan Bosan

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 9 Februari 2024 | 01:44 WIB
TERSENDAT: Kondisi lalu lintas di sekitaran Tanggulangin menuju Demak yang terendam banjir. Kendaraan dipastikan tidak bisa melintas.
TERSENDAT: Kondisi lalu lintas di sekitaran Tanggulangin menuju Demak yang terendam banjir. Kendaraan dipastikan tidak bisa melintas.

DEMAK - Supir truk yang terjebak macet karena banjir di Jalur Pantura sekitaran Tanggulangin, Kudus menuju Kabupaten Demak hanya bisa pasrah, Kamis (8/2).

Mereka harus menahan lapar lantaran belum makan siang. 

Salah satu sopir truk Zaenal mengaku sudah terjebak di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak tujuh jam.

Ia mengaku sampai di Kudus sekitar pukul 10.00, namun truk yang ia kendarai tidak bisa melintas menerjang banjir.

Kondisi jalan saat itu sudah terendam, bahkan ketinggian hampir mencapai 1,5 meter lebih.

”Ya hanya bisa pasrah, warung ga ada belum makan siang. Cari nasi susah, hanya minum air putih saja,” keluhnya.

Zaenal mengaku berangkat dari Surabaya hendak ke Lampung dan akan mengirimkan pembersih lantai.

Jika lancar perjalanan yang ditempuh bisa dua hari. 

Akibat banjir yang terjadi di Jalan Pantura Demak-Semarang tersebut, Zaenal hanya bisa pasarah menunggu surut.

Ia tidak bisa putar balik karena kendaraannya terjebak di ujung. 

”Sebenarnya ya menyusahkan, mau gimana lagi faktor alam. Ini bisa tidur di sini (Di truk, Red),” ungkapnya. 

Hal serupa dikatakan sopir truk bernama Riki. Ia dari Surabaya menuju ke Mranggen, Demak untuk mengirim minyak goreng. 

Akan tetapi dia tidak mengetahui adanya banjir tersebut.

Riki hanya bisa pasarah menunggu air surut dan menahan lapar. 

”Ini ga bisa gerak, muter juga susah. Ya terpaksa nginep di sini,” katanya. 

Sementara itu, Relawan Tagana Kudus, Slamet Supriadi yang bertugas di lokasi banjir mengatakan, banjir yang menggenangi Jalan Pantura Demak-Semarang tersebut terjadi pada Kamis (8/2) pagi.

Banjir tersebut diakibatkan adanya tanggul yang ambrol di wilayah Desa Norowoti, Kabupaten Demak.

”Ketinggian air sampai 1,5 meter, akses tidak bisa dilalui putus,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, bantuan logistik belum ada yang didroping ke lokasi banjir.

Para relawan juga belum menyantap nasi bungkus sama sekali. 

Di sisi lain, polisi berjaga di sekitara Terminal Jati Kudus.

Petugas memutar balikan kendaraan agar tak melintas di Jembatan Tanggulangin. Kendaraan diarahkan menuju ke Jalan Lingkar Barat menuju Jepara. 

Kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Lingkar Barat dari Jepara menuju Pati terpantau padat, arus lalu lintas terpantau ramai lancar. (gal) 

Editor : Dzikrina Abdillah
#demak #pantura #Kudus #sopir #macet