Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masih Misteri! Begini Kesaksian Tetangga Sebelum Pasutri di Klaten Tewas Berpelukan di Rumah

Ali Mustofa • Jumat, 13 Oktober 2023 | 18:26 WIB
Rumah pasutri yang ditemukan meninggal dunia berpelukan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper.
Rumah pasutri yang ditemukan meninggal dunia berpelukan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper.

 

 

KLATEN – Kasus meninggalnya pasutri sambil berpelukan atas ranjang di rumahnya di Klaten masih misteri.

Kejadian yang terjadi pada Rabu (12/10) pagi itu berlokasi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Klaten. Pasutri tersebut berinisial Y, 37, dan I, 39.

KBO Satreskrim Polres Klaten, Iptu Umar Mustofa menambahkan, terkait penanganan kasus di Ceper itu memerlukan waktu untuk penyelidikan.

Termasuk meminta keterangan dari para saksi hingga keluarga korban.

“Termasuk mengecek sampel (makanan dan minuman) dari TKP ke Puslabfor Polda Jateng. Apa ada indikasi racun berbahaya? Ini bisa menjadi dasar kami untuk proses selanjutnya,” ungkap Iptu Umar.

Sebelumnya, kematian pasutri yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB mesih menjadi tanda tanya.

Pasalnya tetangga di sekitar rumah korban sempat melihat korban I (istri) beraktivitas menjemur pakaian.

“Sekira pukul 07.00, informasi yang saya dapatkan dari warga, korban I masih beraktivitas menjemur pakaian di depan rumah. Lalu setelah memasak, persiapan makan pagi. Saat ditemukan seperti orang tidur,” ucap Kepala Desa (Kades) Tegalrejo Poniman saat ditemui di lokasi rumah duka, Rabu (11/10).

Mengutip radarsolo digital, menurut Poniman, saat orang tua korban I mendatangi ke rumah pasangan suami-istri itu, menemukan cucunya berusia empat bulan bersama Y dan I.

Tidur secara bersamaan tetapi pasutri itu sudah tidak bernyawa.

“Kebetulan ada warga juga yang melapor ke Puskesmas Ceper. Hingga akhirnya datang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab pasutri ini meninggal. Tidak ditemukan hal yang negatif,” ucap Poniman.

Poniman membenarkan pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah kedua korban.

Mereka sudah menerima kejadian tersebut yang diperkuat dengan surat pernyataan. Kemudian jenazah korban disucikan dan dikafani hingga akhirnya dimakamkan di lokasi yang berbeda.

“Korban ini sudah memiliki dua anak. Mereka berusia SMP dan yang kecil usia empat bulan. Untuk korban Y sehari-harinya bekerja sebagai pengumpul rosok logam. Sedangkan sang istri I hanya ibu rumah tangga saja,” ucap Poniman.

 

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #pasutri #klaten