Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Warga Mengungsi

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:45 WIB
(Hanya ILUSTRASI) Foto kebakaran hutan (Pixabay/Pexels)
(Hanya ILUSTRASI) Foto kebakaran hutan (Pixabay/Pexels)

PARIS – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa kembali memicu bencana besar. Kebakaran hutan berskala luas melanda wilayah selatan Prancis, menghanguskan sedikitnya 4.600 hektare lahan dan memaksa lebih dari 10.000 warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Api berkobar di kawasan Trévillach, dekat Kota Perpignan, di kaki Pegunungan Pyrenees, dan terus meluas akibat kombinasi suhu udara yang sangat tinggi, vegetasi yang mengering, serta embusan angin kencang yang mempercepat penyebaran kobaran api.

Pemerintah Prancis mengerahkan ratusan personel pemadam kebakaran, sementara Uni Eropa mengirim bantuan lintas negara untuk mempercepat proses pemadaman.

Api Meluas, Belasan Kota dan Desa Dievakuasi

Otoritas setempat menyatakan kebakaran telah mengancam permukiman di lebih dari selusin kota dan desa.

Sebagai langkah antisipasi, lebih dari 10.000 penduduk dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko terjebak kobaran api maupun asap tebal.

Prefek wilayah setempat, Pierre Regnault de la Mothe, mengatakan kondisi di lapangan berubah sangat cepat karena arah angin yang tidak menentu.

Beberapa warga bahkan mengaku kobaran api sempat berada hanya sekitar 300 meter dari kawasan permukiman, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dalam waktu singkat.

Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut situasi kembali memburuk pada awal pekan setelah suhu udara meningkat dan angin kembali bertiup kencang.

Tim pemadam kebakaran bekerja tanpa henti menggunakan armada darat maupun udara untuk membatasi penyebaran api.

Sebagai bentuk solidaritas, Uni Eropa mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil dengan mengirim empat pesawat pemadam kebakaran yang berasal dari pangkalan di Siprus dan Swedia.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian kebakaran yang hingga kini masih menyisakan sejumlah titik api aktif.

Gelombang Panas Melanda Sejumlah Negara Eropa

Bencana kebakaran tidak hanya terjadi di Prancis.

Di Spanyol, kebakaran juga melanda kawasan cagar alam Les Gavarres dan menghanguskan lebih dari 2.200 hektare lahan.

Sementara itu, di Provinsi Castellon, sekitar 500 warga harus dievakuasi setelah api memasuki kawasan Taman Nasional Sierra de Espadan.

Otoritas Catalonia menyebut kondisi kebakaran mulai terkendali, meski proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

Suhu Diprediksi Tembus 40 Derajat Celsius

Badan meteorologi memperkirakan suhu udara di wilayah barat daya Prancis kembali mencapai 40 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Portugal dan Spanyol, yang sebelumnya telah mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius.

Cuaca panas berkepanjangan meningkatkan risiko munculnya titik api baru, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.

Perubahan Iklim Jadi Faktor Utama

Layanan pemantauan iklim Copernicus menyebut Eropa saat ini menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia.

Peningkatan suhu global menyebabkan musim panas semakin panjang, curah hujan berkurang, serta memperbesar risiko gelombang panas ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Para ilmuwan menilai fenomena tersebut akan semakin sering terjadi apabila emisi gas rumah kaca tidak berhasil ditekan secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.

Pemerintah di berbagai negara Eropa kini meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim panas, termasuk memperkuat sistem peringatan dini, menambah armada pemadam udara, serta mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Editor : Mahendra Aditya
#gelombang panas eropa #kebakaran hutan Prancis #Prancis 2026 #perubahan iklim #uni eropa