RADAR KUDUS — Sebuah kejadian tragis terjadi di Kenya ketika kebakaran melanda asrama sekolah perempuan pada pagi hari Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
16 siswi kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut, sementara 73 siswi lainnya mengalami cedera dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kebakaran ini berlangsung di Utumishi Girls' Academy Senior School yang berlokasi di Gilgil, sekitar 120 kilometer barat ibu kota Nairobi, di Kabupaten Nakuru, daerah Rift Valley.
Api diketahui mulai menyala sekitar pukul 01.00 waktu setempat di lantai bawah salah satu gedung asrama.
Baca Juga: Berakhir Tragis: Selebgram Woodyrman Aniaya Rekan WNA hingga Meninggal
Para siswi sedang tidur nyenyak saat api mulai menyebar, sehingga banyak dari mereka yang tidak memiliki waktu untuk melarikan diri. Kebakaran baru dilaporkan kepada pihak berwenang lebih dari dua jam setelah kejadian, yang kemungkinan besar menghambat usaha penyelamatan lebih awal.
Api menjalar dan menghanguskan fasilitas asrama, menyisakan banyak siswi terperangkap di dalam gedung yang terbakar.
Petugas kepolisian berhasil memadamkan api, tetapi pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung saat berita ini dilaporkan.
Baca Juga: Kondisi Sudah Sehat, Jokowi Siap Keliling Indonesia
Kementerian Pendidikan Kenya melalui Menteri Julius Ogamba mengungkapkan bahwa puluhan siswa lainnya mengalami cedera dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, 71 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh lainnya masih dirawat karena kondisi yang lebih serius.
Menteri Pendidikan Kenya Julius Ogamba juga melaporkan bahwa api berasal dari lantai bawah salah satu gedung asrama yang kemudian seluruhnya terbakar.
Para orang tua yang panik dijaga jaraknya oleh pihak berwenang di luar sekolah untuk mencegah kekacauan selama evakuasi dan pencarian korban.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Capai 5,3 Juta Ton, Ketahanan Pangan Nasional Terjamin
Suasana di lokasi sangat emosional, di mana para orang tua menunggu dengan penuh cemas berita tentang anak-anak mereka.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar ke seluruh Kenya dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Wali kota setempat dan pejabat pemerintah daerah segera menuju lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Palang Merah Kenya juga bergerak cepat dengan mengirimkan tim ambulans dan staf dukungan untuk membantu operasional pencarian dan evakuasi.
Baca Juga: AHY Berharap Giant Sea Wall Bisa Terealisasi di Tahun 2027
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan sedang diselidiki secara mendalam oleh pihak berwenang.
Para penyidik dari kepolisian dan pemadam kebakaran sedang mengumpulkan bukti di lokasi untuk menentukan sumber api serta bagaimana kebakaran bisa terjadi dan menyebar dengan sangat cepat.
Pihak berwenang memastikan bahwa api telah berhasil dipadamkan dan tidak menyebar lebih jauh.
Kejadian ini menjadi peringatan serius mengenai keamanan siswa di sekolah berasrama di Kenya dan memerlukan evaluasi mendalam terhadap standar keselamatan bangunan sekolah di seluruh negara.
Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji RI Telah Tiba di Arab Saudi, Kemenhaj Siapkan Fase Puncak
Kebakaran di asrama sekolah yang mengakibatkan korban jiwa bukan hal baru di Kenya, namun tragedi terkini ini kembali membangkitkan tuntutan akan regulasi keselamatan yang lebih ketat dan penerapan yang lebih konsisten di semua fasilitas pendidikan berasrama.
Sekolah Utumishi Girls' Academy Senior School kini ditutup untuk sementara waktu guna melakukan penyelidikan dan menilai kerusakan yang terjadi.
Pihak sekolah belum memberikan informasi resmi mengenai kapan proses belajar mengajar akan dimulai lagi, tetapi Menteri Pendidikan menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan pendidikan bagi siswi yang selamat tetap berjalan tanpa kendala yang berarti.
Kisah tragedi ini akan terus menjadi perhatian media dan masyarakat Kenya selama beberapa hari dan minggu mendatang, sambil menunggu hasil penyelidikan resmi mengenai penyebab kebakaran. (*)
Editor : Anita Fitriani