Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Selat Hormuz Memanas, Harga BBM di India Melonjak Tajam hingga 4 Kali

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 26 Mei 2026 | 05:10 WIB
Ilustrasi kenaikan harga BBM (Ist)
Ilustrasi kenaikan harga BBM (Ist)

RADAR KUDUS - Pemerintah India kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk keempat kalinya hanya dalam kurun 10 hari terakhir. 

Lonjakan harga bensin dan solar itu dipicu memburuknya konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan energi global.

Perusahaan energi milik negara di India resmi menyesuaikan harga BBM pada Senin, 25 Mei 2026. Kebijakan ini dilakukan setelah blokade besar-besaran di Selat Hormuz membuat distribusi minyak mentah dunia terganggu.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi akses utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

Ketegangan geopolitik yang meningkat sejak Februari membuat arus pasokan minyak global semakin tertekan.

Menurut laporan Reuters, hampir 20% perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Gangguan di kawasan tersebut langsung memicu kenaikan harga minyak internasional.

India menjadi salah satu negara yang paling terdampak karena berstatus sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia. Sekitar separuh impor minyak India selama ini bergantung pada jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

Akibat kondisi itu, harga bahan bakar kendaraan di India telah naik sekitar 5% sejak perang di Timur Tengah memanas.

Pemerintah dan perusahaan energi terpaksa melakukan penyesuaian harga demi menekan kerugian distribusi.

Di New Delhi, harga bensin kini mencapai 102,12 rupee per liter dari sebelumnya 99,5 rupee. Sementara harga solar naik menjadi 95,20 rupee per liter.

Secara nasional, kenaikan terbaru disebut berada di atas 2 rupee per liter atau setara sekitar Rp350 lebih jika dikonversi ke rupiah. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan inflasi dan biaya transportasi.

Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya juga telah meminta masyarakat melakukan penghematan energi.

Pemerintah menilai pembatasan konsumsi bahan bakar diperlukan agar devisa negara tidak semakin terkuras akibat tingginya impor energi.

Di tengah tekanan pasokan dari Timur Tengah, India mulai meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia.

Langkah itu dilakukan setelah Amerika Serikat memberikan pengecualian sementara terhadap beberapa skema sanksi energi Rusia.

Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan India memang menjadi salah satu pembeli terbesar minyak Rusia sejak konflik global energi meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, mengakui perusahaan pemasaran minyak mengalami tekanan finansial besar akibat situasi tersebut.

Ia menyebut kerugian sektor energi dapat mencapai US$120 juta per hari.

Meski begitu, pemerintah India memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman.

Otoritas energi setempat menegaskan distribusi BBM untuk masyarakat tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan besar.

Sementara itu, analis energi global memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia lebih tinggi lagi apabila jalur Selat Hormuz terus terganggu. Bank Dunia bahkan menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu titik paling krusial bagi stabilitas energi global. (worldbank.org)

Editor : Mahendra Aditya
#harga BBM India #kenaikan bensin 2026 #Perang iran #selat hormuz #krisis energi global