Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenang Sang Visioner: Ted Turner, Pendiri CNN dan Cartoon Network, Tutup Usia pada 87 Tahun

Ghina Nailal Husna • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:13 WIB
Ted Turner, Pendiri CNN dan Cartoon Network, Tutup Usia pada 87 Tahun
Ted Turner, Pendiri CNN dan Cartoon Network, Tutup Usia pada 87 Tahun

 

RADAR KUDUS — Dunia penyiaran global tengah berduka. Ted Turner, maestro media asal Amerika Serikat yang merevolusi cara dunia mengonsumsi berita dan hiburan, dikabarkan meninggal dunia pada usia 87 tahun. 

Kepergiannya menandai akhir dari era seorang pionir yang berani bertaruh pada ide-ide yang awalnya dianggap mustahil oleh banyak orang.

Lahir dengan nama Robert Edward Turner III, sosok ini dikenal bukan hanya sebagai pebisnis ulung, melainkan sebagai seorang visioner yang mengubah wajah televisi modern melalui Turner Broadcasting System (TBS).

Baca Juga: Kasus Pendiri Ponpes di Pati Terungkap Setelah Korban Lulus, Orang Tua Laporkan ke Polisi

Sebelum adanya internet, akses terhadap berita global sangat terbatas pada jam-jam tertentu. Ted Turner mendobrak batasan tersebut dengan mendirikan CNN (Cable News Network) pada tahun 1980.

Saat itu, ide tentang saluran berita yang beroperasi 24 jam penuh sering diejek oleh para pesaingnya.

Namun, Turner membuktikan bahwa dunia membutuhkan informasi yang bergerak secepat jarum jam, menjadikan CNN sebagai standar emas dalam jurnalisme penyiaran internasional.

Bagi generasi yang tumbuh besar di era 90-an dan 2000-an, nama Ted Turner mungkin tidak muncul di layar kaca sesering karakter kartun favorit mereka. Namun, tanpa peran strategisnya, Cartoon Network mungkin tidak akan pernah ada.

Meski bukan seorang animator, Turner memiliki insting bisnis yang tajam. Melalui akuisisi perpustakaan animasi besar seperti Hanna-Barbera, ia meluncurkan saluran khusus animasi pertama di dunia pada tahun 1992.

Visi Kreatif: Ia memahami bahwa kartun memiliki daya tarik universal yang tidak lekang oleh waktu.

Warisan Budaya: Di bawah naungannya, lahirlah era keemasan animasi yang menemani jutaan anak sepulang sekolah, menciptakan memori kolektif yang tak terlupakan.

Kepergian Turner meninggalkan lubang besar dalam industri kreatif. Ia bukan sekadar pemilik modal; ia adalah sosok yang percaya pada kekuatan cerita dan distribusi informasi yang merata.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Penguatan Pencegahan dan Penegakan Hukum Harus Bersamaan dalam Mewujudkan Perlindungan Anak  

Selain di bidang media, Turner juga dikenal sebagai seorang filantropis yang vokal terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.

Bagi para penggemar, mengenang Ted Turner berarti mengenang kembali lagu pembuka acara favorit di sore hari, ketegangan berita sela (breaking news) yang ikonik, dan bagaimana satu orang mampu menghubungkan dunia melalui layar televisi.

"Ted Turner mengajarkan kita bahwa untuk mengubah dunia, seseorang harus berani menjadi berbeda dan melawan arus utama." (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Ted Turner meninggal dunia #Pendiri CNN #Sejarah Cartoon Network #Tokoh Media Dunia #Turner Broadcasting System