RADAR KUDUS – Kedutaan Besar Iran di Seoul menepis tuduhan yang menyebut keterlibatan militer negaranya dalam insiden kerusakan kapal milik Korea Selatan (Korsel) di kawasan Selat Hormuz.
Iran menegaskan tidak memiliki hubungan dengan peristiwa tersebut.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis (7/5), pihak Kedubes Iran menyampaikan penolakan tegas terhadap seluruh tudingan yang mengaitkan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dengan insiden itu. Mereka menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar.
Sejak meningkatnya ketegangan akibat aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu, Teheran menyebut Selat Hormuz sebagai bagian penting dari wilayah pertahanan strategisnya dalam menghadapi ancaman eksternal.
Pihak Iran juga menyatakan bahwa situasi keamanan di jalur pelayaran tersebut ikut terdampak oleh meningkatnya eskalasi ketegangan yang melibatkan pihak-pihak yang disebut sebagai musuh dan sekutunya.
Menurut pernyataan tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz harus tetap mengikuti aturan internasional yang berlaku serta memerlukan koordinasi dengan otoritas Iran demi menjaga keamanan bersama.
Iran menegaskan kembali komitmennya untuk menjamin keselamatan navigasi maritim di kawasan itu sesuai ketentuan hukum internasional.
Sebelumnya, media Korsel Yonhap melaporkan insiden kebakaran yang dipicu ledakan di kapal curah berbendera Panama, HMM Namu, di Selat Hormuz.
Peristiwa tersebut berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden terjadi saat kapal berada di perairan dekat Uni Emirat Arab, dengan seluruh 24 awak kapal dilaporkan selamat.
Kementerian Luar Negeri Korsel menyebut kejadian itu berlangsung pada Senin malam sekitar pukul 20.40 waktu setempat.
Ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat setelah sejumlah insiden militer antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir, termasuk gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait serangan Iran terhadap kapal perang AS juga memicu perhatian.
Trump menyebut serangan tersebut sebagai “love tap” dan menegaskan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih tetap berlaku.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil terhadap kapal perang AS di kawasan Selat Hormuz.
Namun seluruh serangan tersebut diklaim berhasil dicegat tanpa menimbulkan kerusakan pada aset militer Amerika.
Sebagai balasan, militer AS mengaku telah menyerang sejumlah fasilitas militer Iran yang diduga menjadi pusat peluncuran drone dan rudal.
Sementara itu, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan klaim berbeda dengan menyatakan bahwa mereka berhasil menyerang kapal perang AS sebagai bentuk pembalasan atas aksi militer sebelumnya.
Namun klaim tersebut dibantah oleh pihak Amerika Serikat yang menegaskan tidak ada kerugian yang dialami pasukannya.