Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

IRGC Tembakkan Peringatan Keras: Selat Hormuz Akan Dikendalikan Penuh Iran

Ali Mustofa • Selasa, 14 April 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Ist)
Ilustrasi Selat Hormuz (Ist)

RADAR KUDUS – Ketegangan di kawasan Teluk dan Laut Oman kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras menyusul langkah Amerika Serikat yang disebut memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran menuju pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Senin (13/4), IRGC menegaskan bahwa tidak ada satu pun pelabuhan di kawasan Teluk maupun Laut Oman yang akan dijamin keamanannya jika situasi dianggap tidak adil bagi Iran.

Menurut IRGC, prinsip keamanan di kawasan strategis tersebut harus berlaku secara menyeluruh, “untuk semua pihak atau tidak sama sekali”.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Iran menganggap perlindungan terhadap kedaulatan wilayah perairannya sebagai hak yang sah dan wajib dijalankan.

IRGC menyatakan bahwa kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan pihak yang disebut sebagai musuh akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lainnya masih dapat melintas dengan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Iran.

Lebih jauh, IRGC juga menegaskan bahwa Teheran akan menerapkan mekanisme pengawasan permanen terhadap Selat Hormuz, bahkan setelah konflik berakhir.

Kebijakan pembatasan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap jalur laut internasional tersebut disebut sebagai tindakan ilegal yang bahkan disamakan dengan pembajakan.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengumumkan rencana pembatasan akses kapal ke pelabuhan-pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB), menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Langkah tersebut kemudian memicu reaksi internasional, termasuk dari China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa blokade di Selat Hormuz tidak akan menyelesaikan akar masalah yang terjadi di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa gangguan di jalur strategis itu berakar pada konflik militer, sehingga solusi utama yang dibutuhkan adalah penghentian konflik sesegera mungkin.

China juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kelancaran jalur perdagangan energi global yang melewati kawasan tersebut.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut bahwa kebijakan blokade akan diberlakukan secara “tidak memihak” terhadap seluruh kapal yang keluar masuk wilayah pelabuhan Iran, sesuai arahan Presiden Donald Trump.

Trump sendiri memperingatkan bahwa kapal-kapal Iran akan “dieliminasi” jika mendekati wilayah yang termasuk dalam area blokade. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil sebagaimana operasi terhadap kapal-kapal yang dituduh terkait perdagangan narkoba di laut.

Ketegangan semakin meningkat setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4), yang berujung pada kembalinya delegasi AS tanpa kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyebut bahwa proses negosiasi sebenarnya telah berjalan hampir mencapai titik kesepakatan.

Namun gagal akibat tuntutan yang berubah-ubah serta tekanan maksimalis dari pihak lawan.

Ia menegaskan bahwa sikap Iran tetap konsisten dalam membuka ruang dialog, namun respons berupa ancaman justru memperburuk situasi dan menghambat tercapainya kesepakatan damai.

Di tengah meningkatnya eskalasi tersebut, IRGC menegaskan kembali bahwa seluruh aktivitas pelayaran di kawasan strategis seperti Selat Hormuz kini berada dalam pengawasan ketat.

Bahkan dilaporkan bahwa sejumlah kapal sempat menghentikan perjalanan dan berbalik arah akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global melintasi kawasan tersebut setiap hari.

Editor : Ali Mustofa
#kawasan teluk #jalur pelayaran #iran #selat hormuz #amerika serikat