Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Paus Leo XIV Angkat Suara: Ancaman Trump ke Iran Dianggap Tak Manusiawi

Ali Mustofa • Selasa, 14 April 2026 | 10:00 WIB
Paus Leo XIV desak gencatan senjata di Timur Tengah, sebut perang skandal kemanusiaan, dan minta dunia tempuh jalur damai. (Vatican News)
Paus Leo XIV desak gencatan senjata di Timur Tengah, sebut perang skandal kemanusiaan, dan minta dunia tempuh jalur damai. (Vatican News)

RADAR KUDUS – Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan “meluluhlantakkan seluruh peradaban Iran” memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak di dunia internasional.

Salah satu respons paling tegas datang dari Paus Leo XIV yang menilai ancaman tersebut tidak dapat dibenarkan.

Dalam keterangannya kepada awak media di luar Roma pada Selasa (7/4), Paus Leo XIV menegaskan bahwa ancaman terhadap rakyat Iran merupakan hal yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

“Hari ini, seperti yang kita semua ketahui, ada ancaman terhadap seluruh rakyat Iran. Dan ini benar-benar tidak dapat diterima,” ujar Paus Leo XIV sebagaimana dikutip dari Antara.

Paus yang berasal dari Amerika Serikat itu menambahkan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan hukum internasional, tetapi juga menyangkut aspek moral kemanusiaan yang lebih luas.

Menurutnya, konflik bersenjata di Timur Tengah tidak memberikan solusi apa pun, justru memperburuk kondisi ekonomi dan krisis energi global.

Ia pun menekankan pentingnya mengutamakan jalur diplomasi daripada kekuatan militer.

Paus Leo XIV juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat kembali ke meja perundingan.

Sembari menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Serangan terhadap infrastruktur sipil bertentangan dengan hukum internasional, dan itu merupakan tanda kebencian, perpecahan, dan kehancuran yang mampu dilakukan manusia,” ujarnya.

Dalam seruannya, Paus juga menyoroti penderitaan warga sipil yang menjadi korban konflik, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Ia mengingatkan bahwa mereka adalah pihak yang paling merasakan dampak perang.

Sementara itu, sebelumnya Donald Trump dilaporkan melontarkan ancaman keras terhadap Iran, termasuk peringatan akan menghancurkan “seluruh peradaban” negara tersebut jika tuntutan Amerika Serikat tidak dipenuhi dalam batas waktu tertentu.

Pernyataan tersebut bahkan disertai ancaman terhadap fasilitas vital seperti pembangkit listrik dan jembatan, jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz serta tidak mencapai kesepakatan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Gelombang ketegangan semakin meningkat setelah pejabat Gedung Putih juga memperingatkan bahwa Iran bisa “kembali ke Zaman Batu” jika tidak mematuhi tuntutan tersebut.

Situasi ini memperburuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sejak akhir Februari, melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta memicu serangan balasan di berbagai wilayah strategis.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Paus Leo XIV kembali menyerukan penghentian kekerasan dan mengajak para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog.

Dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus, ia menegaskan penolakannya terhadap perang, kekerasan, dan dominasi kekuatan.

“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan sejati justru terlihat dari upaya melindungi kehidupan dan kemanusiaan, bukan dari kehancuran yang ditimbulkan oleh konflik.

Hingga kini, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian dunia, dengan upaya diplomasi yang belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Editor : Ali Mustofa
#donald trump #iran #konflik bersenjata #paus leo #amerika serikat