Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Vietnam Pangkas Pajak BBM Saat Krisis BBM Global Mengintai Asia

Anita Fitriani • 2026-03-28 13:39:17
Ilustrasi BBM (Foto: istock)
Ilustrasi BBM (Foto: istock)

 

RADAR KUDUS - Vietnam menunjukkan respons cepat terhadap krisis energi global dengan memutuskan untuk menurunkan harga bahan bakar minyak di tengah fluktuasi harga minyak yang diperburuk oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah mengumumkan perubahan harga BBM pada 27 Maret 2026, beberapa jam setelah sebelumnya menaikkan harga, demi mengatasi tekanan inflasi dan mempertahankan aktivitas ekonomi dalam negeri.

Tindakan ini menegaskan bahwa Vietnam, yang cukup bergantung pada impor energi, memilih pendekatan jangka pendek yang berani untuk melindungi daya beli masyarakat dan mencegah dampak sosial yang lebih besar.

Untuk mendukung penurunan ini, pihak berwenang Vietnam menghentikan sementara pajak lingkungan dan pajak konsumsi khusus untuk bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan hingga 15 April 2026.

Pemerintah menyebut langkah pemangkasan pajak ini sebagai solusi darurat yang efektif untuk menstabilkan pasar minyak domestik dan memastikan keamanan energi nasional di tengah gangguan pasokan global yang melanda Selat Hormuz.

Baca Juga: Menakar Risiko Krisis: Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global

Data dari Kementerian Perdagangan Vietnam menunjukkan bahwa langkah ini dapat menurunkan harga bensin sekitar 26 persen dan harga solar sekitar 15 persen, sehingga harga rata-rata bensin RON 95 turun menjadi sekitar 24.332 dong per liter (sekitar Rp15. 500–Rp16.000 per liter), dari sebelumnya yang mencapai 32.957 dong per liter.

Sebelumnya, lonjakan harga BBM di Vietnam disebabkan oleh peningkatan harga energi global akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang membuat harga solar naik lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat.

Pemerintah Vietnam juga pernah melakukan dua penyesuaian harga dalam satu hari, menaikkan lalu menurunkan harga BBM saat dampak publik dan tekanan ekonomi semakin terasa.

Namun, langkah pemerintah untuk menangguhkan beberapa pajak bahan bakar ini diyakini akan mengurangi penerimaan negara, dengan perkiraan kehilangan pendapatan sekitar 7,2 triliun dong (sekitar 270 juta dolar AS) per bulan selama masa penangguhan pajak.

Secara lebih umum, langkah Vietnam ini merupakan bagian dari respons terhadap krisis BBM global, di mana beberapa negara seperti India juga memilih untuk mengurangi pajak bahan bakar guna mengatasi gejolak harga.

Baca Juga: Menteri Bahlil Lahadalia: Energi Aman Saat Arus Balik Lebaran 2026

Di dalam negeri, penurunan harga BBM diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan logistik, yang pada gilirannya bisa membantu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Vietnam yang masih cukup kuat meskipun ada guncangan eksternal.

Namun, para ekonom mengingatkan bahwa kebijakan darurat seperti pemangkasan pajak ini hanya bersifat sementara, sehingga pemerintah Vietnam perlu mempercepat diversifikasi sumber energi, memperkuat cadangan strategis, serta meningkatkan pengembangan sektor biofuel untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga minyak dunia di masa mendatang. (An)

Editor : Anita Fitriani
#bbm vietnam #pangkas bbm #pangkas pajak bbm #pemerintah vietnam #perang timur tengah #BBM #konflik timur tengah #krisis energi #vietnam #krisis global #harga bbm