Dalam wawancara tersebut, Araghchi menyatakan bahwa Teheran tetap berpegang pada sikapnya untuk menghadapi situasi yang ada tanpa meminta penghentian konflik.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Tipis, Buyback Rp2,744 Juta per Gram
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, bahkan kami juga tidak meminta adanya negosiasi. Kami siap membela diri selama diperlukan,” ujar Araghchi.
Ia juga menegaskan bahwa Iran akan terus menjalankan langkah-langkah pertahanan sampai Amerika Serikat memahami bahwa serangan terhadap negaranya tidak akan membawa kemenangan.
Menurut Araghchi, Iran tidak melihat alasan untuk kembali melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.
Ia menyebut sebelumnya kedua negara sempat berada dalam proses dialog ketika serangan terhadap Iran justru terjadi.
“Kami sedang berada dalam proses perundingan ketika mereka memutuskan menyerang. Itu sudah terjadi untuk kedua kalinya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi juga menyinggung situasi pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan dunia.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, UBS Rp3,02 Juta dan Galeri24 Rp3,01 Juta per Gram
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menghubungi pemerintah Iran untuk meminta jaminan keamanan bagi kapal-kapal mereka yang melintas di wilayah tersebut.
Meski tidak menyebutkan secara spesifik negara mana saja yang mengajukan permintaan tersebut, Araghchi mengatakan pihak militer Iran telah mengambil keputusan untuk mengizinkan beberapa kapal dari berbagai negara melewati kawasan itu dengan aman.
“Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi memang ada beberapa negara yang meminta jaminan keamanan bagi kapal mereka. Keputusan mengenai hal itu berada di tangan militer kami, dan mereka telah mengizinkan sejumlah kapal melintas dengan aman,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun pengaturan lalu lintas kapal tetap berada di bawah kewenangan militer negara tersebut.
Selain membahas konflik dan jalur pelayaran internasional, Araghchi juga menyinggung kembali isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian dunia.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.
Menurutnya, dalam perundingan sebelumnya dengan Amerika Serikat, Iran bahkan telah menyetujui langkah pengenceran uranium yang diperkaya.
Namun, ia menyebut sebagian bahan nuklir yang tersisa kini tertimbun di bawah puing-puing akibat serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
“Semuanya kini terkubur di bawah reruntuhan,” kata Araghchi.
Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali uranium yang telah rusak akibat serangan tersebut.
Pernyataan Araghchi menegaskan posisi Iran yang tetap bertahan pada sikapnya dalam menghadapi situasi konflik, sekaligus memastikan bahwa jalur pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz masih tetap dibuka dengan pengawasan militer Iran.
Editor : Admin