Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rudal Iran Hujani Israel, Ledakan Guncang Teheran dan Doha

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:40 WIB

Ilistrasi Serangan Rudal Iran
Ilistrasi Serangan Rudal Iran

RADAR KUDUS - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan pada Sabtu (28/2/2026).

Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Teheran dan beberapa titik di Israel, menyusul operasi militer yang juga melibatkan Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan Washington telah memulai “operasi tempur besar” yang ditujukan untuk menetralisir ancaman rudal Iran.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Israel mengonfirmasi telah menggempur sejumlah target di wilayah Iran.

Ledakan Beruntun di Teheran

Sejumlah kantor berita Iran melaporkan terdengarnya dua atau lebih ledakan keras di ibu kota, Teheran.

Selain itu, suara dentuman juga terdengar di wilayah barat dan selatan kota Ilam.

Media pemerintah menyebut sistem pertahanan udara Iran terus berhadapan dengan target yang dianggap bermusuhan di langit Teheran dan sekitarnya.

Di tengah eskalasi tersebut, laporan dari pemantau internet global menyebutkan konektivitas jaringan di Iran anjlok drastis.

Data menunjukkan tingkat akses internet nasional turun hingga sekitar empat persen, menandakan terjadinya pemadaman hampir total di berbagai wilayah.

Meski situasi memanas, media pemerintah Iran melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman.

Rudal Mengarah ke Israel, Sirene Bunyikan Peringatan

Militer Israel menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya.

Sirene peringatan serangan udara kembali meraung di sejumlah kota, memaksa warga bergegas menuju bunker perlindungan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah memulai gelombang serangan rudal dan drone sebagai respons atas agresi yang mereka sebut dilakukan oleh AS dan Israel.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai balasan langsung terhadap serangan yang menargetkan Republik Islam Iran.

Pangkalan AS Jadi Sasaran

Ketegangan tidak hanya terjadi antara Iran dan Israel. Iran juga dilaporkan menargetkan instalasi militer AS di kawasan Teluk.

Otoritas Bahrain mengonfirmasi bahwa markas Armada Kelima Angkatan Laut AS menjadi salah satu target serangan rudal.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sistem pertahanan udara Patriot berhasil mencegat rudal yang mengarah ke wilayahnya. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Doha dan Abu Dhabi.

Menyusul situasi tersebut, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab mengambil langkah darurat dengan menutup wilayah udara mereka.

Dampak Regional Kian Meluas

Rentetan serangan balasan ini memperlihatkan eskalasi konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.

Serangan udara, peluncuran rudal, hingga gangguan infrastruktur komunikasi mempertegas bahwa konfrontasi tidak lagi bersifat terbatas.

Belum ada tanda-tanda deeskalasi dalam waktu dekat.

Dengan keterlibatan langsung AS dan respons terbuka dari Iran, situasi di kawasan menjadi sangat rentan terhadap perluasan konflik.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kedua kubu masih siaga penuh.

Dunia kini menanti langkah diplomasi atau justru gelombang serangan berikutnya yang bisa semakin memperkeruh keadaan.

Editor : Mahendra Aditya
#Iran siap membalas #Serangan ke Iran #donald trump #serangan rudal Iran #Serangan Israel ke Iran #iran #Israel Attack Iran #Perang iran #Rudal balistik Iran #program nuklir Iran #serangan AS Israel Iran #Reaksi internasional Iran #Iran serang Bahrain #Iran serang Israel #pemerintah Iran #AS dan Israel Serang Iran #konflik AS Iran #instalasi militer Teheran #Iran War #Iran Serang Balasan Amerika Serikat #AS Israel Iran #Konflik Iran AS Israel #Trump Serang Iran