RADAR KUDUS - Suasana khusyuk salat Isya di kota Maiduguri, Negara Bagian Borno, Nigeria, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka.
Sebuah ledakan bom mengguncang masjid tempat puluhan jamaah beribadah pada Rabu malam, 24 Desember 2025 waktu setempat. Insiden ini menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan lainnya.
Ledakan terjadi saat jamaah tengah menunaikan ibadah malam. Dentuman keras disusul teriakan panik membuat masjid berubah menjadi lokasi evakuasi darurat.
Korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kronologi Ledakan di Tengah Salat
Kepolisian Nigeria mengungkapkan bahwa ledakan terjadi tanpa peringatan. Berdasarkan temuan awal di lokasi, aparat menduga kuat serangan tersebut dilakukan dengan metode bom bunuh diri. Serpihan yang diduga berasal dari rompi bom ditemukan di sekitar area masjid.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan identitas pelaku serta jaringan yang terlibat. Garis polisi dipasang, sementara tim forensik menyisir lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti tambahan.
Gubernur Negara Bagian Borno, Babagana Zulum, mengecam keras aksi tersebut. Ia menyebut serangan terhadap rumah ibadah sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Menurut Zulum, masjid merupakan tempat suci yang seharusnya aman bagi umat Muslim untuk beribadah.
Menjadikannya target kekerasan, terlebih saat salat berlangsung, dinilai sebagai tindakan biadab dan melanggar nilai kemanusiaan.
Wilayah Rawan Teror Berkepanjangan
Negara Bagian Borno selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan konflik di Nigeria.
Daerah ini menjadi pusat aktivitas kelompok ekstremis bersenjata, termasuk Boko Haram dan kelompok pecahannya, Islamic State West Africa Province (ISWAP).
Serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah bukanlah hal baru di kawasan ini. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, masjid, pasar, hingga fasilitas publik sering menjadi sasaran teror untuk menebar ketakutan.
Meski hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, pola serangan dan metode yang digunakan kerap dikaitkan dengan Boko Haram.
Kelompok tersebut sebelumnya pernah mengakui keterlibatan dalam berbagai aksi bom bunuh diri di wilayah timur laut Nigeria.
Korban Dirawat, Keamanan Diperketat
Pihak rumah sakit setempat melaporkan puluhan korban luka dirawat dengan berbagai tingkat cedera, mulai dari luka ringan hingga serius. Aparat keamanan memperketat penjagaan di sejumlah masjid dan titik keramaian untuk mencegah potensi serangan lanjutan.
Masyarakat setempat diminta tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.
Pemerintah daerah juga berjanji meningkatkan pengamanan rumah ibadah, terutama selama periode libur dan hari besar keagamaan.
Tragedi yang Menyisakan Luka Mendalam
Peristiwa ini kembali menegaskan betapa rapuhnya rasa aman di wilayah konflik Nigeria. Di tengah upaya pemulihan dan stabilisasi keamanan, warga sipil kembali menjadi korban kekerasan yang merenggut nyawa tanpa pandang bulu.
Ledakan di masjid Maiduguri menjadi pengingat pahit bahwa terorisme masih menjadi ancaman nyata, bahkan di saat-saat paling sakral sekalipun.
Editor : Mahendra Aditya