RADAR KUDUS - Ocean Infinity bersama Kementerian Pengangkutan Malaysia menyatakan bahwa pencarian ulang untuk MH370 akan dimulai kembali pada 30 Desember 2025.
Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung selama 55 hari, dengan fokus pada area-area dasar laut di bagian selatan Samudra Hindia yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan sisa bangkai pesawat.
Keputusan untuk memulai kembali pencarian datang lebih dari satu dekade setelah pesawat — sebuah Boeing 777 dengan 239 penumpang dan awak di dalamnya — hilang secara misterius dari radar pada 8 Maret 2014 saat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Mengapa Pencarian Dihentikan Sebelumnya — dan Kini Dilanjutkan?
Sebelumnya pada tahun 2025, pencarian oleh Ocean Infinity sempat dielakkan — penyebabnya: kondisi cuaca laut di wilayah target dinilai belum mendukung.
Namun setelah mendapatkan persetujuan akhir dari kabinet Malaysia dan penandatanganan perjanjian dengan dasar “tidak ketemu — tidak dibayar” (“no-find, no-fee”), pemerintah memberi lampu hijau untuk pencarian ulang.
Area pencarian baru ini ditetapkan seluas sekitar 15.000 kilometer persegi di bagian selatan Samudra Hindia — area yang dipilih berdasarkan data riset terbaru dan analisis kemungkinan lokasi bangkai.
Harapan Baru untuk Keluarga Korban dan Dunia Penerbangan
Pencarian ulang ini disambut dengan harapan tinggi oleh keluarga korban — banyak dari mereka sudah menunggu lebih dari satu dekade tanpa kepastian.
Dengan teknologi robotika laut modern yang digunakan oleh Ocean Infinity, serta fokus pada area berdasar analisis terbaru, ada keyakinan bahwa pencarian kini memiliki peluang lebih besar dibanding sebelumnya.
Pemerintah Malaysia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pencarian, dengan harapan bisa menghadirkan kepastian bagi keluarga korban — maupun menemukan jawaban atas misteri yang telah membayangi dunia penerbangan selama lebih dari 11 tahun.
Editor : Ali Mustofa