RADAR KUDUS - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C memberi imbauan kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat.
Hal ini terkait dengan meningkatnya pengawasan dan penegakan aturan terhadap visa pelajar internasional oleh pihak imigrasi di negeri Paman Sam tersebut.
"Kami ingin mengingatkan agar para mahasiswa Indonesia di AS tetap menjaga status visa F-1 atau J-1 dengan baik dan selalu patuhi aturan yang berlaku.
Jika terdapat perubahan status visa, kendala imigrasi, atau kamu merasa bingung, jangan ragu untuk hubungi DSO kampusmu atau konsultasi dengan pengacara imigrasi profesional," tulis keterangan pada akun resmi kedutaan @indonesiaindc, dikutip Selasa (15/4/2025).
Beginilah isi imbauan tersebut, menurut informasi pada unggahan akun Instagram @indonesiaindc.
Visa F-1 dan J-1 dapat dicabut (revoked) apabila terdapat pelanggaran, antara lain:
- Melakukan pekerjaan tanpa izin resmi (di luar OPT/CPT)
- Tidak mempertahankan status sebagai mahasiswa penuh waktu (full-time student)
- Terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum, baik hukum lokal maupun federal
Konsekuensi dari pencabutan visa F-1 dan J-1 meliputi:
- Tidak dapat kembali ke Amerika Serikat meskipun Form I-20 masih aktif
- Visa dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan
- Penolakan masuk kembali saat pemeriksaan imigrasi
Terkait hal tersebut, mahasiswa diimbau untuk:
- Segera menghubungi Designated School Official (DSO) apabila terjadi perubahan status atau menghadapi kendala imigrasi
- Berkonsultasi dengan pengacara imigrasi profesional jika memang diperlukan
- Tidak kembali ke AS tanpa visa F-1 atau J-1 yang sah dan masih berlaku
- Memastikan status imigrasi dalam kondisi aman sebelum melakukan perjalanan internasional atau mengambil keputusan penting
- Menghubungi hotline perwakilan RI setempat untuk akses bantuan kekonsuleran, jika menghadapi tindakan dari otoritas imigrasi AS
Apabila mahasiswa membutuhkan bantuan darurat ataupun akses kekonsuleran, KBRI sarankan untuk menghubungi hotline perwakilan RI yang terdekat.
Sebagai informasi, sebelumnya ramai berita terkait AS yang mencabut sejumlah visa mahasiswa serta peneliti asing tanpa alasan jelas.
Imbauan ini juga merupakan respon dari situasi tersebut. (*)
Editor : Mahendra Aditya