Jakarta - Prestasi membanggakan sekaligus aksi kemanusiaan luar biasa ditunjukkan oleh dua pemuda asal Jawa Timur di kancah internasional.
Denis Saputra (26) dan Ahmad Ubaidillah (25) secara resmi dipercaya untuk mengemban tugas sebagai anggota korps pemadam kebakaran sukarela yang dikenal dengan istilah Shobodan di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.
Pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi wilayah tersebut.
Laporan dari stasiun televisi lokal NCCTV Nagasaki, Selasa (14/7/2026), mengonfirmasi bahwa Denis dan Ahmad merupakan warga negara asing (WNA) pertama dalam sejarah yang berhasil menembus dan bergabung ke dalam jajaran korps pemadam kebakaran di kota tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari di Jepang, kedua pemuda ini merupakan peserta program pelatihan teknik (kenshuusei) yang bekerja di Ueyama Construction, sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di jantung Kota Hasami.
Pasca-prosesi pengangkatan resmi, mereka berdua akan langsung diterjunkan dalam berbagai skema tanggap darurat.
Peran mereka meliputi mobilisasi dan pengangkutan peralatan taktis di area titik api, hingga membantu mengomandoi proses evakuasi warga sipil saat terjadi bencana alam.
Alasan Menyentuh di Balik Aksi Sukarela
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama NCCTV Nagasaki, Ahmad Ubaidillah membeberkan alasan personal yang menggerakkan hatinya untuk mendaftar ke korps penyelamat ini.
Ia mengaku keputusannya murni didasari oleh rasa takzim atas keramahan warga lokal yang ia temui sehari-hari.
"Orang-orang Jepang di sini sangat baik kepada kami. Itulah alasan utama mengapa saya tergerak untuk mengajukan diri sebagai sukarelawan di tim ini," ungkap Ahmad dengan tulus.
Senada dengan koleganya, Denis Saputra yang tercatat sudah merantau dan menetap selama tiga tahun di Negeri Sakura, memandang kesempatan ini sebagai ruang yang tepat untuk membalas budi kepada lingkungan tempatnya mencari nafkah.
"Saya sudah berada di sini selama sekitar tiga tahun. Karena itu, saya sangat ingin keberadaan saya di kota ini bisa membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat," tutur Denis.
Solusi di Tengah Krisis Depopulasi Jepang
Bergabungnya dua pemuda asal Jawa Timur ini disambut dengan sukacita dan rasa haru oleh otoritas setempat.
Kepala Pemadam Kebakaran Kota Hasami, Kazuhiro Mitsuishi, menyampaikan apresiasi tertingginya mengingat Jepang saat ini tengah berjuang menghadapi krisis kelangkaan tenaga kerja di sektor pelayanan publik akibat isu penuaan populasi.
"Saya sangat gembira dan menyambut positif kehadiran mereka. Di tengah situasi krusial di mana kami mengalami kekurangan personel pemadam kebakaran yang terus meningkat, keputusan warga asing yang tinggal di Kota Hasami untuk bergabung dengan kami adalah hal yang sangat kami syukuri," terang Kazuhiro.
Sinyal dukungan senada juga mengalir dari kursi pemerintahan.
Wali Kota Hasami, Yoshinori Maekawa, menaruh harapan tinggi agar dedikasi kedua pemuda Indonesia ini dapat menginspirasi integrasi sosial yang lebih erat antara warga lokal dan pendatang.
"Mengingat mereka bekerja secara rutin di sebuah perusahaan di Kota Hasami, kami sangat optimistis bahwa mereka akan cepat memahami ritme kegiatan pemadam kebakaran dan mampu mengambil peran aktif dalam menjaga keselamatan kota ini," pungkasnya.
Editor : Iwan Arfianto