Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Harumkan Nama Bangsa, SMP Asal NTT Raih Juara Utama Asia Pasifik Usai Olah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk

Ghina Nailal Husna • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:06 WIB
SMP Asal NTT Raih Juara Utama Asia Pasifik Usai Olah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk
SMP Asal NTT Raih Juara Utama Asia Pasifik Usai Olah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk

 

RADAR KUDUS — Prestasi luar biasa nan inspiratif berhasil diukir oleh dunia pendidikan Indonesia di panggung internasional.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) IL Kapten Fatubaa, sebuah sekolah yang terletak di wilayah tapal batas, Desa Fatubaa, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dinobatkan sebagai Juara Utama Regional dalam ajang bergengsi AIA Healthiest Schools (AHS) Competition 2026.

Dalam seremoni penghargaan regional yang diselenggarakan secara megah di Bangkok, Thailand, pada Kamis (9/7/2026), sekolah asal NTT ini berhasil membawa pulang hadiah pendanaan pendidikan senilai US$40.000 (atau setara lebih dari Rp650 juta).

Baca Juga: Momen Haru Panggung Hiburan: Air Mata Irfan Hakim Tumpah di Depan Raffi Ahmad, Minta Sang Sahabat Berhenti Berpolitik

Kemenangan ini diraih setelah mereka sukses menyisihkan hampir 1.000 karya inovasi perwakilan sekolah dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Inovasi Tiga Dimensi: Menyulap Limbah Kulit Pisang Menjadi Berkah

SMP IL Kapten Fatubaa berhasil memikat hati para dewan juri internasional berkat keunggulan program programatiknya yang secara genius mampu mengintegrasikan tiga pilar penting, yakni pendidikan kelestarian lingkungan, pengasahan mental kewirausahaan (entrepreneurship), serta pelibatan aktif masyarakat lokal.

Para siswa di sekolah ini menciptakan inovasi sirkular dengan memanfaatkan limbah kulit pisang yang biasanya dibuang menjadi tiga produk bernilai guna tinggi:

  • Es Krim Kulit Pisang: Mengolah bagian dalam kulit pisang menjadi camilan sehat kaya serat yang bernilai ekonomis tinggi.

  • Kompos Organik: Memanfaatkan residu padat kulit pisang sebagai pupuk alami penyubur tanaman.

  • Pupuk Organik Cair (POC): Mengekstraksi nutrisi limbah menjadi pupuk cair guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian desa.

Hebatnya, program berbasis sirkular ekonomi ini tidak berhenti di dalam ruang laboratorium sekolah saja.

Dampak nyata dari distribusi produk pangan sehat dan pupuk organik ini tercatat telah memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup lebih dari 1.000 warga di lingkungan sekitar sekolah.

Pujian dari Juri Internasional atas Aksi Nyata Pelajar Indonesia

Apresiasi Global: Keberhasilan anak-anak NTT ini menuai pujian mendalam dari dunia internasional.

Pihak penyelenggara menilai karya dari Indonesia bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata yang berdampak masif.

"Selamat kepada Pemenang Regional kami, SMP IL Kapten Fatubaa dari Indonesia, serta para pemenang pada masing-masing kategori.

Kisah nyata dan kerja keras kalian yang sangat inspiratif ini dipastikan akan menginspirasi lebih banyak lagi generasi muda di seluruh benua Asia dalam mewujudkan lanskap masa depan yang jauh lebih sehat," puji Stuart A. Spencer, selaku Head Judge of the AIA Healthiest Schools Competition sekaligus AIA Group Chief Marketing Officer, dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Dua Mantan Peserta Magang Asal Jawa Timur Resmi Diangkat Jadi Anggota Damkar Tetap di Jepang

Stuart menguraikan bahwa kompetisi internasional ini merupakan implementasi utama dari program global AHS yang bertujuan mendorong peserta didik berusia 5 hingga 16 tahun untuk mengadopsi pola hidup sehat. 

Kompetisi ini bersandar kuat pada empat pilar krusial, yaitu pola makan sehat (healthy eating), gaya hidup aktif (active lifestyle), penjagaan kesehatan mental (mental wellbeing), dan keberlanjutan lingkungan (sustainability).

Kemenangan SMP IL Kapten Fatubaa menjadi bukti otentik bahwa keterbatasan geografis bukan merupakan penghalang bagi anak-anak di pelosok nusantara untuk melahirkan inovasi hijau yang diakui dunia. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#SMP IL Kapten Fatubaa NTT juara #AIA Healthiest Schools Competition 2026 #inovasi es krim kulit pisang Belu #prestasi sekolah Indonesia di Bangkok #edukasi lingkungan keberlanjutan Asia Pasifik