RADAR KUDUS - Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Mar'ie Muhammad, ternyata pernah berpesan kepada seluruh anaknya agar tidak mengikuti jejaknya menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Pesan tersebut disampaikan Mar'ie setelah anak-anaknya menyelesaikan pendidikan. Kisah itu diungkap sang istri, Etty Muhammad, dalam autobiografi berjudul Mr. Clean Mar'ie Muhammad yang terbit pada 2025.
"Dia bilang, 'Nanti kalau sudah lulus, saya berdoa semoga jangan ada keturunan Papa menjadi pegawai negeri. Saya minta kepada kamu, jangan menjadi pegawai negeri.' Itu saja permintaannya. Saya dengar itu di depan saya," kenang Etty.
Pernyataan tersebut sempat membuat anak-anaknya heran. Salah seorang anaknya bahkan mempertanyakan alasan sang ayah melarang mereka berkarier sebagai aparatur negara.
"Kenapa Ma, Pa, tidak boleh menjadi pegawai negeri?" tanya anaknya.
Mendengar pertanyaan itu, Mar'ie hanya memberikan jawaban singkat.
"Sudahlah, kamu tidak akan paham godaannya di sana," jawab Mar'ie.
Menurut Etty, suaminya kemudian menyarankan anak-anaknya untuk meniti karier di bidang lain, termasuk menjadi pengusaha.
"Kamu kan bisa kerja di bagian lain, misalnya buka usaha sendiri," kata Mar'ie.
Pandangan tersebut dinilai tidak lepas dari pengalaman panjang Mar'ie selama berkarier di lingkungan birokrasi. Pada masa Orde Baru, praktik korupsi dan pungutan liar masih menjadi persoalan serius di berbagai instansi pemerintah.
Gambaran mengenai kondisi birokrasi saat itu juga pernah diungkap mantan Menteri Keuangan J.B. Sumarlin dalam autobiografinya J.B. Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir di Sawah (2012). Dalam buku tersebut, Sumarlin menceritakan bahwa praktik pungutan liar telah mengakar dalam pelayanan publik, sehingga masyarakat kerap harus mengeluarkan uang berkali-kali hanya untuk mengurus satu keperluan.
Untuk memberantas praktik tersebut, Sumarlin diketahui kerap melakukan inspeksi mendadak ke berbagai instansi pemerintah. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia melakukan penyamaran guna memantau langsung pelayanan di lapangan.
Pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran maupun pungutan liar tidak luput dari sanksi. Langkah tersebut membuat Sumarlin dikenal sebagai salah satu pejabat yang berani memerangi korupsi di lingkungan birokrasi dan mengantarkannya meraih penghargaan Menteri Keuangan Terbaik Asia pada 1989.
Di tengah kondisi birokrasi yang sarat godaan tersebut, Mar'ie Muhammad memilih agar anak-anaknya mencari penghidupan di luar dunia birokrasi, meski dirinya sendiri mengabdikan sebagian besar hidupnya sebagai pegawai negeri hingga mencapai posisi puncak sebagai Menteri Keuangan.
Editor : Mahendra Aditya