Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Promosikan UMKM Lasem, Jhasmine Amriena Melangkah ke Puteri Batik Indonesia 2026

Ali Mustofa • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:24 WIB
Jhasmine Amriena (TRI HANANTO UNTUK RADAR KUDUS)
Jhasmine Amriena (TRI HANANTO UNTUK RADAR KUDUS)

AJANG pemilihan puteri remaja bukan hanya soal mahkota dan selempang yang dikenakan di bahu. 

Bagi Jhasmine Amriena, pencapaian tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa nilai budaya, kecerdasan, dan kemandirian dalam satu langkah yang seimbang.

Remaja asal Rembang ini memegang teguh prinsip bahwa kecantikan tidak hanya terlihat dari fisik, tetapi juga dari cara berpikir, sikap mandiri, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Prinsip itu pula yang mengantarkannya meraih prestasi di dunia modeling.

Dalam ajang Puteri Remaja Jawa Tengah 2026, Jhasmine berhasil masuk dalam jajaran Top 5.

Ia tampil bersama dua perwakilan lainnya, yakni Zahwa Alywa Alyha Ramadani dari kategori puteri remaja dan Allawiyah dari kategori puteri anak.

Ketiganya kemudian mendapat kesempatan untuk melaju ke tingkat nasional dan akan mewakili Jawa Tengah dalam ajang Puteri Batik Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta. Menurut Jhasmine, para peserta dipilih berdasarkan kriteria penilaian masing-masing kategori.

“Setiap finalis dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Pada ajang yang berlangsung di Semarang tersebut, para peserta juga diwajibkan mengangkat potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari penilaian.

Salah satu rekannya bahkan berhasil meraih predikat best performance, sementara peserta kategori anak juga melanjutkan ke ajang Puteri Batik.

Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Jhasmine memilih mengangkat produk UMKM Yopia, camilan khas Lasem yang dikenal sebagai simbol akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.

Sementara itu, Allawiyah memperkenalkan produk olahan kawista, dan Zahwa Alywa Alyha Ramadani menampilkan batik tulis khas Lasem yang sarat nilai budaya dan sejarah.

Ketiga finalis tersebut dinilai tidak hanya dari penampilan, tetapi juga kemampuan mempresentasikan potensi daerah dengan baik.

Mereka menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi duta budaya sekaligus penggerak promosi UMKM lokal.

Bagi Jhasmine, perjalanan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk belajar dan berbagi inspirasi.

Ia berharap dapat menjadi contoh bagi remaja lainnya untuk berani bermimpi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan kerja keras, sikap santun, serta tekad yang kuat, ia berkomitmen untuk terus melangkah dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Bukan untuk menjadi yang paling tinggi, tetapi untuk tumbuh bersama dan memberi manfaat bagi sesama. (noe)

 
Editor : Ali Mustofa
#Jhasmine Amriena #Puteri Batik Indonesia 2026 #dunia modeling #UMKM lasem