SEPASANG high heels dan panggung catwalk pernah menjadi hal yang asing bagi Reni Nurista.
Gadis asal Geyer, Kabupaten Grobogan itu tak pernah membayangkan langkah-langkah kecil yang dipelajarinya di atas panggung justru mengantarkannya meraih gelar Putera Puteri Jawa Tengah (PPJT) 2026.
Perempuan kelahiran Grobogan, 23 Desember 2004 tersebut kini bersiap mewakili Jawa Tengah di ajang Putera Puteri Wisata Indonesia tingkat nasional.
Bagi Reni, perjalanan menuju Puteri Jawa Tengah bukanlah sesuatu yang mudah. Alumni SMKN 1 Purwodadi itu harus mempersiapkan mental, penampilan, dan wawasan untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga karantina.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat belajar catwalk menggunakan gaun malam dan high heels. Pengalaman itu terasa jauh berbeda dengan kehidupan sehari-harinya yang sederhana di Grobogan.
“Belajar catwalk membentuk mental saya menjadi lebih berani. Saya harus tampil percaya diri di atas panggung tinggi memakai gaun malam dan high heels. Itu sangat berbeda dengan keseharian saya yang sederhana,” ujarnya.
Selama menjalani karantina, Reni mendapat berbagai pembekalan mulai dari public speaking, attitude, kedisiplinan, hingga kepemimpinan. Dari proses tersebut, ia belajar bahwa menjadi seorang puteri tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga sikap, wawasan, dan kepribadian.
Dalam ajang PPJT 2026, Reni mengangkat bakat sebagai content creator. Melalui media sosial dan vlog, ia aktif memperkenalkan budaya, wisata, serta potensi lokal Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Menurutnya, media digital dapat menjadi sarana untuk mengenalkan daerah kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Kemenangan yang diraihnya menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka peluang yang lebih besar.
Dari seorang gadis desa yang awalnya asing dengan dunia pageant, Reni kini bersiap membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional.
“Perempuan dari daerah juga punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi. Yang penting berani mencoba dan terus belajar,” pungkasnya. (int)
Editor : Intan Maylani