RADAR KUDUS – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di kancah internasional.
Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) sukses membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan tertinggi pada ajang kompetisi sains dan penemuan global.
Dalam perhelatan Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang berlangsung di Korea Selatan, tim Unpad yang beranggotakan Nakumi Laila Syajida, Aini Fatihaturrizzqi, dan Muhammad Badar berhasil membawa pulang Medali Emas (Gold Medal).
Baca Juga: Fase Armuzna Tuntas, Semua Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Mina dan Kembali ke Mekkah
Tidak hanya itu, karya mereka yang dinilai orisinal dan aplikatif juga dianugerahi penghargaan spesial (Special Awards) dari dua lembaga internasional sekaligus, yaitu Taiwan Invention Association dan Swiss-Korean Association.
Inovasi "Milked It!": Susu Organik Berbasis Eugenol
Inovasi yang mereka usung dinamai "Milked It!", sebuah produk minuman susu fungsional yang diformulasikan secara khusus dengan campuran ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum).
Fokus utama dari produk pangan fungsional ini adalah sebagai agen pereda stres (anti-stress agent) alami.
Daun kemangi dipilih karena kaya akan kandungan senyawa kimia aktif bernama Eugenol.
Secara farmakologis, senyawa ini memiliki karakteristik sebagai adaptogen yang mampu membantu tubuh mengelola stres, menstabilkan hormon, serta memberikan efek relaksasi atau penenang bagi sistem saraf pusat manusia.
Target pasar utama dari "Milked It!" dirancang sebagai solusi preventif komprehensif bagi kelompok masyarakat urban, khususnya pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang kerap menghadapi tekanan aktivitas harian yang tinggi.
Minuman ini hadir sebagai alternatif organik yang aman untuk dikonsumsi harian guna menjaga kesehatan mental.
Melalui Proses Riset Panjang dan Validasi Pengguna
Keberhasilan tim Unpad di Seoul tidak diraih secara instan. Proses pengembangan produk "Milked It!" memakan waktu yang cukup panjang melalui metodologi riset yang ketat.
Tahapan dimulai dari ekstraksi laboratorium yang presisi untuk mempertahankan kadar eugenol, pembuatan purwarupa (prototype), uji lapangan skala kecil, hingga survei preferensi pengguna untuk memastikan rasa susu tetap dapat diterima dengan baik oleh lidah masyarakat.
"Kami melihat fenomena di mana banyak anak muda yang dengan mudah melakukan klaim mandiri (self-claim) terkait gangguan kesehatan mental atau stres yang mereka alami.
Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan langkah preventif sejak dini, sehingga mereka bisa menghindari dampak buruk dari stres tersebut sebelum terlambat," jelas salah satu anggota tim, Nakumi Laila Syajida.
Mengatasi Tantangan Finansial dan Presentasi Global
Selain kerumitan riset produk, tim juga dihadapkan pada tantangan non-teknis selama persiapan menuju panggung internasional.
Mereka harus melatih kemampuan komunikasi sains agar mampu mempresentasikan konsep produk yang kompleks ke dalam pemaparan yang ringkas, taktis, dan persuasif di hadapan dewan juri asing dalam waktu yang sangat terbatas.
Faktor akomodasi dan pendanaan juga sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi berkat dukungan penuh dari pihak birokrasi universitas.
"Tantangan terbesar kami tentu saja kesiapan materi presentasi internasional dan masalah finansial.
Baca Juga: Moratorium Dicabut, Indonesia Kembali Bisa Ekspor Udang ke Arab Saudi
Beruntung, Universitas Padjadjaran memberikan dukungan yang sangat luar biasa dari berbagai aspek untuk membantu kami mengatasi hambatan-hambatan tersebut hingga bisa berangkat ke Korea," ungkap Muhammad Badar.
Keberhasilan "Milked It!" meraih medali emas di SIIF 2025 menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi riset mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang sangat kuat di pasar global.
Inovasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai pemenang kompetisi saja, melainkan dapat segera dikembangkan ke tahap produksi massal agar memberikan dampak ekonomi dan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat. (*)