Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat Sosok Febriana Bayu Insyafia, Siswi SMAN 1 Sumber Rembang yang Jago Main Ketoprak

Redaksi Radar Kudus • Senin, 3 November 2025 | 18:16 WIB
FEBRIANA BAYU INSYAFIA
FEBRIANA BAYU INSYAFIA

FEBRIANA Bayu Insyafia berhasil mencuri perhatian saat pentas ketoprak di SMAN 1 Sumber pekan lalu. Dia berhasil tampil memukau bersama dengan teman-teman sekelasnya.

Dalam puncak pembelajaran berbasis proyek (PJBL) sekaligus peringatan Bulan Bahasa 2025.

Anak pasangan dari Sunyoto dan Nur Rahayu itu, berperan menjadi rakyat. Dia dapat amanah pembaca prolog. Penampilannya layak diapresiasi.

Apalagi di tengah kemajuan zaman. Tidak semua generasi muda mau dan minat mengembangkan kesenian tradisional seperti ketoprak.

Febriana tampil total. Meski diakui berbagai tantangan dialami anggota siswi yang juga sebagai anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini.

Kebetulan di kelasnya, pemain rata-rata laki-laki. Dia mengaku cenderung susah diajak kerja sama.

Tugas dijalankan serius. Tekun belajar. Sekaligus tujuanya ingin nguri-uri budaya. Selaras dengan visi dan misi sekolahnya.

Skill diperdalam. Kecintaan dalam seni teater rakyat tumbuh, meski tidak dimungkiri awalnya susah. Akhirnya menjadi terbiasa.

”Sebelum tampil memang riwueh (rumit). Tapi dari dalam hati kami yakin, latihan menjadi terbiasa,” ungkapnya.

Kali pertama maju ke atas panggung, dia mengaku grogi. Tapi dalam hati yakin bisa. Penampilanya pun sukses.

Perform apik tersebut, tidak lepas pengasuh ketoprak di sekolahnya. Ada tiga, Muhammad Nurhadi, Didik Hartono, dan Amat Sholeh.

Tentu juga dukungan bapak dan guru lain serta kepala sekolah maupun orang tua.

”Saat tampil ada dialog lupa. Kebetulan saya peran menjadi rakyat. Juga dapat tugas baca prolog. Latihannya bareng-bareng. Hanya dua pekan,” imbuhnya.

Memang ini menjadi kebanggaan tersendiri. Diamanahi main ketoprak di sekolah senang luar biasa.

Sampai teman-teman excited (bersemangat). Bangun pukul 02.00 untuk persiapan make up dan pakaian.

”Kebetulan sejak kecil saya sudah suka menari. Hingga MTs dan SMA diamanahi sebagai mayoret. Kalau kemampuan lain, public speaking dan baca puisi lumayan,” imbuh warga RT 2/RW 5, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Rembang, ini. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#generasi muda #ketoprak #Budaya #SMAN 1 Sumber