RADAR KUDUS - Dwi Retno Wulan, atlet muda asal desa Ngulaan, Kecamatan Bulu ikuti kejuaraan internasional bergengsi olahraga tarung campuran (MMA).
Sabtu sore bersama 16 atlet lainnya terbang dari Ibu Kota, Jakarta menuju Brasil. Untuk bertarung di Kejuaraan Dunia MMA atau 5ᵗʰ GAMMA World MMA Championships 2025 yang akan berlangsung di Sao Paulo, Brasil pada 16–22 Juni mendatang.
Tim Nasional MMA Indonesia juga akan ikut 1ˢᵗ AMMA Youth Championships 2025 di Bahrain.
Kerasnya kehidupan dirasakan Dwi Ani Retno Wulan. Sebelum jadi atlet Muay Thai, perempuan asal desa Ngulahan, RT 1 RW 1, Bulu pernah jadi kasir toko ban. Lulus sekolah anak pasangan Sugito dan Sumiyati “minggat” memperdalam seni beladiri.
Pengorbanan besar kini membawanya ke panggung dunia dalam olahraga tarung campuran (MMA). Kamis lalu (12/6) Dwi bersama 16 petarung campuran dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Aula Kemenpora.
Sebagaimana dilansir Jawa Pos online, ada 22 atlet cabang olahraga tarung campuran (MMA) dikirim oleh Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) untuk Gamma World MMA Championships 2025 atau kejuaraan Dunia Gamma 2025. Diselenggarakan di Sao Paulo, Brasil. Ajang tahunan ini bakal dimulai pada 16 sampai 22 Juni 2025.
Dari 22 atlet tersebut, 17 petarung di antaranya di Gamma World MMA Championship 2025, dengan rincian 9 atlet kategori Junior dan 8 atlet kategori U-21 dan Senior.
Itulah yang akan di ikuti atlet yang kampung halamanya satu kecamatan di makamkan RA Kartini.
Sedangkan delapan atlet akan dikirim ke 8 atket untuk Amma Youth Championships 2025. Ini merupakan kejuaraan tingkat junior, yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi resmi menuju Asian Youth Games 2025.
”Iya mas. Hari ini berangkat (Sabtu,14/6). Ini saya masih latihan. Ada 22 atlet, senior dan junior,” kata Dwi saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus Sabtu siang (14/6).
Dwi berbagi kabar dia akan mengikuti kelas 56,7 MMA. Persiapan maksimal dilakukan, pemusatan latihan sejak bulan Januari 2025. Jika dihitung di Jakarta 5 bulan. TC di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di datangkan pelatih dari Brasil.
”Kalau tingkat internasional dulu pernah ikuti. Cuma di cabor lain, kickboxing, ”terangnya.
Ini membuatnya makin bersemangat. Karena ikut cabor lain. Jadi harus lebih maksimal dalam latihan. Bela diri dijadikan satu untuk semua pertandingan. Harus menguasai, termasuk teknik serangan yang sudah di poles sejak beberapa bulan silam.
”Setiap hari latihan. Seperti sekolah pagi, siang dan sore. Liburnya hanya di hari Minggu, pagi olahraga kardio, nge-gym. Baru sorenya teknik, sparing,” imbuhnya.
Sabtu lalu (14/6) pada pukul 14.00 dirinya terbang dari Jakarta. Perjalanan udara sekira 32 jam. Sebelum tarung dirinya mengaku sudah memberikan kabar orang tua. Mendapatkan support dan doa.
”Motivasi diminta janga lupa berdoa. Persiapan dan doa terbaik. Karena orang tua juga tidak bisa kesini. Jauh dan sudah tua. Jadi hanya bisa ngabari lewat telefon. Minta doanya semua,” pungkasnya. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya