MENJADI ibu muda, membuat Siti Atika Rifat Khoirunnisa tak henti-hentinya belajar.
Dari yang sebelumnya tak lihai memasak, semenjak memiliki anak dia malah pandai memasak.
Tika -sapaan akrabnya-- juga kerap membagikan tips makanan ke media daring pribadinya.
Tutorial membuat masakan bayi atau MPASI itu dikemas dalam bentuk video. Dimaksud agar memudahkan ibu muda lainnya untuk mempraktikkan masakan serupa.
”Setelah punya anak, sebelum masuk MPASI saya sudah belajar. Mulai dari menunya harus lengkap, takaran gizi seimbang," ujar perempuan kelahiran Grobogan 4 Agustus 1995 ini.
"Hingga saya juga membeli beberapa buku resep MPASI dan ikut webinar. Segala informasi tentang MPASI benar-benar dibaca,” ungkapnya.
Menu yang dibuat dan di-share pun selalu berbeda.
”Biar bervariasi dan anak bisa mengenali rasa enak. Karena setahu saya, masak MPASI sebelum setahun itu penting untuk pengenalan anak. Mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayuran. Saya selalu variasi setiap hari. Ini juga sebagai referensi para ibu muda agar nggak stres mikirin menu,” jelas alumni STIKES Telogorejo Semarang.
Bahan yang dibeli pun juga food preparation. Belanja sekali dan ditakar di wadah, kemudian dikelompokkan per menu harian. Tika juga menimbang sesuai usia bayi.
”Jadi kalau usia 6-8 bulan untuk protein hewani biasanya ditimbang menjadi empat macam. Prohe 30-40 gram. Kemudian saya wadahi plastik klip dan taruh di freezer. Setiap masak tinggal ambil saja,” ujar perempuan yang tinggal di Jalan MH Thamrin No 6, Purwodadi ini.
Meski begitu, Tika sempat depresi ketika anaknya mengalami GTM di awal MPASI.
”Dulu sering nangis waktu anak mingkem, benar-benar nggak mau makan. Segala informasi dan ilmu per-MPASI-an sudah saya coba. Menu juga sudah diganti, sampai aturan makan segala macam sudah ditetapin, anaknya dibikin laper sampai nggak dikasih ASI. Tapi juga nggak mau mangap. Saat itu sampai saya kelewat emosi, anaknya kupaksa dengan memasukkan makan ke mulut juga pernah. Keadaan ini membuat dunia ibu runtuh,” kesannya. (int)
Editor : Ali Mustofa