Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Syofiyatun Fadzilah, Perempuan asal Kaliori Rembang yang Aktif Organisasi Juga Berprestasi

Wisnu Aji • Sabtu, 5 April 2025 | 18:52 WIB

 

Syofiyatun Fadzilah
Syofiyatun Fadzilah

UNGGAHAN foto dan video mengubah hidup seseorang. Begitu pula dengan Syofiyatun Fadzilah, perempuan asal Desa Dresi Kulon, RT 02/RW 03, Kaliori-Rembang dikenal influencer dengan belasan ribu pengikut.

Berawal waktu kuliah semester 3 menjadi ketua himpunan mahasiswa jurusan dan sering menang berbagai perlombaan.

Seperti KDMI (Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia), LIDM (Lomba Inovasi Digital Mahasiswa, BMC (Business Model Canvas) dan masih banyak lagi

Dari sering menang lomba dan mendapatkan nominasi aktivis wanita terbaik.

Jadi dilirik untuk mengisi materi di kampus dan sering delegasi menjadi Moderator/MC. Dari situ followers bertambah dan akhirnya banyak endorse masuk.

Endorse cukup beragam mulai dari endorse kecantikan, cafe, kemitraan bank, sampai calon pejabat yang mau naik.

Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas media sosial. Respon diluar baik dan mendukung menjadi infl uencer.

Sekarang fokus bikin konten lebih ke tips Public Speaking dan cara berprestasi di dunia pendidikan.

”Jadi saya juga sering diundang menjadi pemateri baik di kampus maupun luar kampus karena menjadi infl uencer tersebut,” kenang Syofia, sapaan akrabnya.

Syofia memberi warna untuk kampung halaman.

Pernah jadi Duta Pendidikan Terfavorit 1 di National University of Singapore saat menimba ilmu S1 Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian (FSTP) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Ia merupakan lulusan S1 Teknologi Pangan UNIMUS. Dia merupakan peraih IPK 3.89/4.00. Diwisuda tanggal 30 Oktober 2024.

Anak pasangan Ahmad Jemadi dan Eni Mustavidah juga tidak pelit menularkan ilmunya. Beberapa waktu lalu mengisi sebuah seminar.

Membagikan cara memanfaatkan medsos sebagai alat untuk meningkatkan inklusi pendidikan dan menciptakan peluang edukasi yang lebih luas.

Dengan pengalamanya memberikan wawasan inspiratif yang relevan dan aplikatif untuk menjawab tantangan pendidikan modern.

Ilmu ini dibagikan di sela waktu luangnya bekerja di salah satu perusahaan pangan.

”Alhamdulillah setelah lulus langsung keterima menjadi Floor Leader/ Manajer salah satu perusahaan pangan. Tugasnya memimpin anggota, membuat laporan keuangan, menata administrasi dan jadwal karyawan,” katanya.

Kepada Jawa Pos Radar Kudus, Syofia juga sempat membagikan pengalaman saat menimba ilmu S1 Teknologi Pangan FSTP UNIMUS.

Salah satunya berhasil meraih Juara Duta Terfavorit 1 Duta Pendidikan di ajang Internasional di National University of Singapore.

Acara yang digelar oleh Yayasan Edukasi Harapan Leaders.id mempunyai beberapa rangkaian dari submitting several personal details, tes kelayakan (eligibility test), tes kemampuan komunikasi dan kurang lebih 1 bulan karantina pembekalan materi seperti kelas public speaking, kelas bahasa inggris, kelas etika, kelas content creator, dan masih banyak lainnya.

”Dulu alasan mengikuti lomba duta pendidikan di Singapura agar bisa speak (berbicara) di panggung internasional bahwasannya pendidikan sangatlah penting dan semuanya berhak mengenyam bangku pendidikan yang sama,” penekananya.

Lalu agar orang desa banyak yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi karena zaman sekarang banyak beasiswa yang ditawarkan.

Jadi lumayan memudahkan remaja yang ingin merubah nasib melalui pendidikan.

”Menyebarkan virus gigih dan semangat dalam menggapai sebuah mimpi dan harapan. Bah wasannya saya yang gadis desa sederhana bisa berpendidikan tinggi, pernah menjadi moderator debat calon presiden dan wakil presiden RI, dan berbicara mengenai pendidikan di panggung Internasional dan pastinya semua teman saya maupun adik tingkat juga bisa,” pungkasnya. (noe/zen)

Editor : Ali Mustofa
#mahasiswa #rembang #aktivis #Influencer #Syofiyatun Fadzilah #lomba #organisasi