SOSOK Syafira Martania, gadis asal Kudus memiliki semangat tinggi dalam mewujudkan kemapanan perihal ekonomi.
Meski ia kuliah di bidang kesehatan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dia bertekad memiliki usaha secara mandiri.
Syafira sapaan akrabnya mengaku, saat ini telah memasuki semester akhir dalam menjalani pendidikan tingginya di UMKU.
Di sisi lain, ia memanfaatkan waktunya untuk bekerja dan berwirausaha.
Alasannya bekerja itu, untuk mengisi waktu luangnya di semester akhir. Lantaran jadwal kuliah yang tak begitu padat.
”Saya kesehariannya di apotek milik usaha keluarga di rumah,” imbuhnya.
Dia menganggap bekerja apotek ini juga relevan dengan jurusan kuliahnya. Syafira mengambil pendidikan farmasi di UMKU.
Bakat dan darah wirausahanya ini telah mengalir dari orang tua serta diwarisi oleh Syafira. Ia ke depan ingin mengembangkan apotek milik keluarganya.
Di sisi lain, Syafira juga memiliki usaha sampingan. Beberapa waktu lalu ia membuka orderan makanan ringan, yaitu dimsum.
”Ide ini muncul secara spontan, berawal dari suka masak dan melakukan eksperimen,” jelasnya.
Syafira mengakui ingin fokus mengembangkan apotiknya terlebih dahulu. Pasalnya usaha keluarga ini mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Di satu sisi, cita-citanya tetap membuat usaha sendiri ke depan. Entah konsepnya bagaimana namun, angan-angan itu masih ada di dalam otaknya.
Memiliki usaha yang sendiri, dianggap Syafira mampu menunjang penghasilan sampingan.
Selain itu, pembuatan usaha ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. (gal)
Editor : Ali Mustofa