Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Devi Wahyuning Muslimah, Dokter Gigi Asal Margorejo Pati Alumni UGM yang Selalu Update Ilmu 

Andre Faidhil Falah • Kamis, 19 Desember 2024 | 18:30 WIB

 

Devi Wahyuning Muslimah
Devi Wahyuning Muslimah

MENJADI seorang dokter, khususnya dokter gigi menjadi tantangan bagi Devi Wahyuning Muslimah.

Salah satunya harus update ilmu. Selain untuk menambah skill, juga agar menambah pelayanan kepada pasien.

”Dunia kesehatan itu selalu berkembang. Ada teknik-teknik yang perlu di-update. Jadi, perlu terus belajar," katanya.

Memperbarui ilmu di bidang kedokteran gigi merupakan hal yang sangat penting. Misalnya ada kemajuan teknologi dan ilmu.

Teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas perawatan gigi.

Dengan mengikuti perkembangan teknologi, dokter gigi dapat memberi layanan yang lebih optimal dan efektif.

Selain bermanfaat bagi pasien, memperbarui ilmu juga membantu dokter gigi dalam pengembangan diri.

Pengetahuan yang terus diperbarui, membuat dokter gigi lebih percaya diri dalam memberikan perawatan yang terbaik.

Dokter gigi yang selalu mengikuti perkembangan ilmu cenderung mendapatkan kepercayaan lebih besar dari pasien, sehingga membangun reputasi yang baik di masyarakat.

”Memperbarui ilmu kedokteran gigi bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga memastikan kualitas perawatan yang terbaik untuk pasien. Termasuk pengembangan profesionalisme seorang dokter," katanya.

Di sisi lain, dokter juga dituntut ramah kepada pasien. Dengan prinsip utama; sabar dan selalu tersenyum.

Devi mengakui, menjadi dokter bukanlah hal yang mudah. Terlebih, saat dirinya menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Proses kuliah yang berbasis praktik langsung dengan pasien menjadi tantangan berat.

Belum lagi jika harus mengganti pasien, karena tidak memenuhi standar penilaian dari pembimbing.

Baca Juga: Sosok Iptu Sugianto, Polisi Humanis di Blora Berusaha Memakmurkan Masjid dengan Ngajar Ngaji

”Menjadi dokter itu berat. Tapi kita harus tetap semangat, sabar, dan selalu tersenyum,” ujar Devi.

Sebagai seorang dokter, keterampilan dan pengetahuan harus terus diasah.

Ia juga menekankan pentingnya melaksanakan kegiatan promotif dan preventif di tengah masyarakat, selain praktik medis.

Misalnya, mengedukasi masyarakat dan anak-anak di sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dokter gigi yang berdomisili di Desa Langenharjo, Margorejo, Pati, dan bertugas di Klinik Pratama Fastabiq Sehat Tlogowungu ini, menganggap menghadapi berbagai tipe pasien sebagai tantangan tersendiri.

Terutama pasien anak-anak yang sering harus dibujuk terlebih dulu sebelum menjalani tindakan medis.

 

”Kalau anak-anak, kadang-kadang kita harus memberikan contoh dulu, karena mereka sudah terlanjur takut dan tidak mau membuka mulut,” jelasnya.

Bagi pasien dewasa, ia lebih banyak menyampaikan informasi terkait pilihan terapi, prosedur perawatan, serta kelebihan dan kekurangan setiap metode yang ditawarkan.

Pertimbangan biaya juga menjadi faktor penting dalam memberikan layanan kesehatan.

”Tak hanya menyembuhkan atau mengobati, tetapi juga memberikan edukasi kepada pasien agar mereka paham tentang perawatan yang mereka jalani,” tambah Devi. (adr/lin)

Editor : Ali Mustofa
#ilmu #Devi Wahyuning Muslimah #kesehatan #dokter gigi #pati #perawatan #UGM #pasien #teknologi