Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Ulin Intan Saputri, Guru Milenial asal Grobogan yang Hadapi Tantangan Generasi Z

Intan Maylani • Senin, 25 November 2024 | 22:35 WIB
Ulin Intan Saputri.
Ulin Intan Saputri.

GROBOGAN – Menjadi guru milenial di tengah gempuran siswa generasi Z bukanlah perkara mudah.

Namun, Ulin Intan Saputri, guru muda asal Desa Boloh, Kecamatan Toroh, memiliki strategi tersendiri untuk membangun hubungan yang solid dengan para siswanya.

Sebagai pengajar di SMK Pancasila Purwodadi, Ulin yang lahir pada 2 Oktober 1998 ini menghadapi tantangan unik dari siswa-siswanya yang dikenal serba instan dan kurang sabar.

Perempuan yang masuk dalam generasi milenial ini menyadari perbedaan karakter antara generasinya dengan generasi Z, namun menjadikan hal itu sebagai peluang untuk lebih memahami muridnya.

"Milenial dan Gen Z seperti kakak dan adik. Kalau milenial tumbuh bersama teknologi yang baru ditemukan, Gen Z hidup di era teknologi yang terus berkembang dan berinovasi," ujar Ulin.

Ulin menerapkan pendekatan unik dalam proses belajar-mengajar. Ia mengusung prinsip santai tapi serius—berkomunikasi dengan gaya santai namun tetap tegas saat mendidik.

Menurutnya, perbedaan usia yang tidak terlalu jauh menjadi keuntungan untuk membangun kedekatan dengan siswa.

"Di kelas, saya lebih menekankan pentingnya attitude. Santai saat berkomunikasi, tapi tetap serius ketika mereka mengerjakan tugas. Ini penting untuk menjaga rasa hormat siswa kepada guru, sekaligus menciptakan hubungan yang nyaman," jelas Ulin.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, Ulin juga memahami bahwa siswa generasi sekarang lebih menyukai pendekatan yang halus dan santai.

"Anak zaman sekarang harus ditindak dengan cara yang lebih lembut. Mereka lebih senang jika diberi pemahaman dan arahan secara santai agar lebih nyaman dan mudah memahami," tambahnya.

Ulin juga membuka dirinya untuk menjadi tempat berbagi bagi para siswa. Ia menyebut bahwa di dalam lingkup sekolah, siswa tetap menghormatinya sebagai guru. Namun, di luar sekolah, mereka bisa menganggapnya sebagai kakak yang bisa diajak berdiskusi.

"Saya ingin siswa merasa nyaman belajar dan tetap menjadikan saya sebagai tempat berbagi, dengan tetap menjaga batasan antara guru dan murid," tegasnya.

Dedikasi Ulin dalam mendidik generasi Z ini membuktikan bahwa menjadi guru muda bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. (int)

 

Editor : Abdul Rokhim
#guru muda #inspirashe #Ulin Intan Saputri #sosok