BLORA - Seorang perempuan kelahiran Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken, Blora itu tampil elegan.
Latarbelakang sebagai santri tak membuatnya terkungkung dalam pemikiran yang sempit.
Ia justru tampil mendobrak.
Baik secara penampilan maupun pikiran yang tertuang dalam tulisan.
Itulah gambaran W. Sanavero yang merupakan seorang penulis atau sastrawan asal Blora.
W Sanavero diektahui telah menerbitkan empat buku.
Di antaranya Perempuan Yang Memesan Takdir, Paragraf-paragraf Untuk Nurlela, Perempuan Yang Berjalan Sendirian dan The Sounds Of Silence yang diterbitkan di India.
"Buku pertama jadi best seller setelah dilarang di beberapa pondok pesantren," imbuhnya.
Buku berjudul Perempuan yang Memesan Takdir itu mengungkapkan isi hati nurani perempuan yang bicara jujur dalam dunia pesantren dari sudut pandang perempuan.
Buku itu oleh sebagian pondok pesantren dianggap tabu dan tak layak dibaca kalangan pesantren.
"Aku menulisnya dari sudut pandang perempuan yang lagi nyantri. Sama seperti kisah ku. Santri itu seperti tertutup di dalam bilik stigma. Sehingga dianggap hanya nurut," paparnya.
Tak sekedar menelurkan buku sastra, perempuan berusia 29 tahun itu juga telah menyelesaikan studi s 2 di Nalanda University India.
Yang mengejutkan, ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi magister jurusan sastra dunia.
"Dulu ambil jurusan itu karena ingin melihat sastra secara lebih luas. Aku pengen tahu sastra yang sebenarnya itu seperti apa. Kenapa kok selama ini harus Eropasentris? padahal sastra dunia mempelajari semua sastra yang ada di dunia. Misal yunani, timur tengah bahkan asia itu sendiri,’’ ucapnya.
Pendidikan magisternya itu ia selesaikan dengan waktu yang sangat cepat yaitu kurang dari dua tahun.
Tak hanya itu selama di India itu ia juga menerbitkannya buku keempatnya yang berjudul The Sounds Of Silence.
Belakangan ia juga terlibat dalam proses kepenulisan buku panduan bahasa Indonesia di India.
Bahkan ia juga sempat mengajar menjadi dosen tamu di salah satu universitas di New Delhi, India. (TOS)
Editor : Dzikrina Abdillah