Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal SOSOK Diah Ayu Fatmawati Gen Z Asal Pati yang Memilih Menggeluti Seni Tari Tradisional

Andre Faidhil Falah • Jumat, 9 Februari 2024 | 00:46 WIB
SOSOK: Diah Ayu Fatmawati, Gen Z Asal Pati yang Menggeluti Seni Tari.
SOSOK: Diah Ayu Fatmawati, Gen Z Asal Pati yang Menggeluti Seni Tari.

PATI - Mengenal lebih dekat sosok cantik Diah Ayu Fatmawati, gen z asal Pati yang menggeluti dunia tari tradisional.

Tak seperti kebanyakan gen z gadis cantik yang kerap disapa Diah Ayu itu memilih untuk memutuskan lestarikan kebudayaan. 

Diah sejak muda memang melestarikan seni tari. 

Beberapakali ia menunjukkan foto-foto dan video penampilannya saat menari.

Diah memiliki penampilan yang lemah gemulai seperti penari yang sudah profesional. 

Perempuan berusia 22 tahunan itu sejak di bangku sekolah dasar (SD) mulai menggeluti dunia seni.

Dia belajar otodidak melalui rekaman video. 

Ia mengaku saat memulai belajar menari memang tak ada youtube, lantaran dirinya kala itu masih SD.

Sehingga membuat aksesnya untuk belajar sulit. 

Perempuan asal Ponogoro itu belajar menari lewat kaset CD koleksinya.

Ia berlatih sambil memutar rekaman beberapa kali sambil latihan. 

”Sebenarnya kalau tari itu sejak TK. Saya belajar lewat CD. Tak seperti sekarang yang bisa nonton youtube sambil belajar,” paparnya.

Keterampilan menarinya itu didapat dari ekstra kulikuler. Waktu itu di bangku SD.

”Saat SD saya ikut ekstra wajib tari. Di situ saya mulai latihan,” tukasnya.

Harapan Diah ini bisa berbagi pengalaman dengan teman sebaya atau usia di atasnya.

Dari pengalamannya, ia mau melatih gen Z yang sebenarnya memiliki talenta di bidang seni tari. 

”Bisa melatih anak-anak muda. Semoga diberi kesempatan,” jelasnya.

Di usia remajanya ini, ia tak hanya ikut even lokalan saja. Bahkan ada even bergengsi hingga nasional.

”Ada Festival Tomini. Ada juga Festival Nasinal Reog Ponorogo,” jelasnya. 

Menggeluti seni sejak dini, karena itulah menari ini menjadi passion-nya.

Dari sana tumbuh keinginan untuk melestarikan budaya ini. 

Diah juga aktif di berbagai sanggar tari. Motivasinya memang mendalami seni tari. Di samping itu, nguri-nguri budaya.

”Mengikuti sanggar tari. Benar-benar aktif di bidang seni tari tradisional,” ungkapnya.

Karena sudah menjadi passion, ia membulatkan tekat untuk menjadi penari beneran.

Karena sejak kecil ia sudah nyemplung di dunia seni tari itu. 

”Sudah menjadi passion saya. Sudah menjadi bakat juga. Jadi saya secara tak langsung tertarik dan menggelutinya,” ucapnya.

Apalagi gen Z ini kebanyakan kurang akan pemahaman atau kepedulian dunia seni.

Masih suka kongkow-kongkow dan menghabiskan waktu. 

Namun, Diah ini berbeda, dari ketertarikannya menari dirinya melestarikan kesenian daerahnya. 

”Tak banyak anak muda yang nguri-nguri budaya. Saya sebagai generasi muda ini harus ikut nguri-nguri budaya. Jadi siapa lagi, kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri,” bebernya. (adr).

Editor : Dzikrina Abdillah
#daerah #pati #menari #Diah Ayu Fatmawati