MENJADI guru muda di era generasi Z, membuat Ulin Intan Saputri mengaku memiliki tantangan tersendiri dalam mengajar.
Meski tak terbilang sulit, ia membeberkan memiliki strategi untuk bisa meluluhkan para siswanya.
Perempuan yang berasal dari Desa Bolo, Kecamatan Toroh ini tergolong dalam generasi milenial.
Tentunya ia harus mampu mengejar sedikit ketertinggalan dalam masalah teknologi tersebut.
“Milenial dan Gen Z seperti kakak dan adik ya. Jika pada masa milenial, teknologi baru ditemukan. Pada era Gen Z teknologi mengalami inovasi yang terus berkembang,” ujarnya.
Ulin memiliki taktik tersendiri dalam menghadapi anak didiknya yang kurang sabaran, dan semua berjalan instan.
Di mana ia harus membentuk karakter tegas dalam mendidik.
Menurut guru SMK Pancasila Purwodadi ini, banyak tantangan yang ia jalani ketika menghadapi murid.
Terutama tentang proses belajar mengajar di kelas.
Dalam proses pembelajaran ia menerapkan prinsip santai tapi serius.
“Santai dalam berkomunikasi namun serius dalam mengerjakan. Banyak yang menganggap kalau perbedaan usia yang tidak terlalu jauh bisa mengakibatkan attitude siswa kepada guru muda kurang memperhatikan kesopanan," tegas perempuan kelahiran 2 Oktober 1998 ini.
Nah, dari situlah saya lebih menekankan akan pentingnya attitude,” lanjutnya. (int)
Editor : Ali Mustofa