Ialah Siti Milatul Azcha. Perempuan manis kelahiran 25 April 2000 itu kini masih berstatus menjadi mahasiswa S-1 Manajemen Pendidikan Islam kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Grobogan.
"Sebenarnya tinggal menunggu wisuda. Namun, masih sibuk di berbagai organisasi," jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, ia menjadi Presiden BEM Kampus STAIG. Tak hanya itu, ia juga menjadi Bendahara Umum PMII. Bahkan tercatat pula sebagai bagian dari BEM Nusantara. Yakni organisasi BEM tingkat nasional dengan menjadi Koordinator pusat isu perempuan dan anak. Termasuk menjadi BEM di Perguruan Tinggi NU (PTNU).
"Tujuannya menambah relasi pengetahuan selain dari bangku kuliah. Juga agar bisa terus bergerak sesuai perkembangan zaman," katanya.
Selama mengikuti berbagai organisasi itu, menurutnya hal yang paling berkesan yakni menjadi satu-satunya peserta perempuan di forum nasional yang mewakili provinsi Jawa Tengah. Dari berbagai pengalaman itu, menjadi wadah baginya untuk mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Dan sekaligus pembuktian bahwa perempuan tanggap dan bermartabat," imbuhnya.
Ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Tak jarang ia ikut berkontribusi menyuarakan aspirasi masyarakat dengan aksi-aksi demonstrasi.
"Tujuannya agar pemerintah lebih tanggap terhadap realitas-realitas sosial dengan mengambil kebijakan yang relevan dengan keadaan masyarakat," jelasnya.
Sementara, selama menjadi mahasiswi dan terlibat di berbagai organisasi, memang mengharuskan dirinya pintar mengatur waktu. Bahkan ia biasanya harus membuat jadwal kegiatan selama dua minggu sebelumnya. Agar agenda-agenda tak berbenturan.
"Soalnya kadang ada agenda-agenda ke luar kota. Tetapi itu tak apa. Sebab gerakan memang demikian," tambahnya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim