Bila -sapaan akrabnya- sudah belasan tahun berkecimpung di dunia foto dan editing. ”Dari hobi saya kembangkan. Masuk kuliah terbuka menuju ke arah komersil,” katanya.
Mulai foto komersil produk, wedding, dan merambah event. Berbagai pengalaman dirasakan. Dari horor sampai bisa bertemu tamu spesial Presiden Joko Widodo. ”Waktu siraman manten kesurupan. Posisi di sebelah persis. Jadi mengerti proses diam sampai teriak-teriak. Makanya pengalaman tidak terlupakan,” kenangnya.
Beberapa karya terus dihasilkan. Termasuk di kampung halaman. Ia membuat klip movie tentang toleransi di Lasem. Bikin simenatik video. Sampai salah satu televisi nasional tertarik, usai ambil video bentuk toleransi di sana.
Diambil mulai etnis tionghoa, keragaman agama, pondok pesantren, sampai ke daerah Sendangcoyo. Di balik hobinya tersebut Bila juga mengajar di pondok pesantren putri Al-hidayat.
”Bantu bapak dan ibu. Bantuin mengawasi santri-santri. Bantu manajemen pondok. Pengurus. Untuk kemajuan pondok,” pengakuanya. Selain itu, di tengah waktu luangnya jualan kopi. Dibuat oleh-oleh. Penjualanya tembus luar kota hingga ibu kota. Hal ini dijalankan hingga sekarang. Bahkan, saat ini ia juga dipercaya jadi Direktur pemberitaan di radio CB FM. (noe/war) Editor : Abdul Rokhim