GROBOGAN – Malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi kepanikan bagi Turmudi, 60, warga Dusun Jatimontong, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung. Rumah petani tersebut terbakar pada Kamis (22/10/2026) malam. Bangunan beserta seluruh isinya ludes dilalap si jago merah.
Akibat musibah itu, Turmudi harus menanggung kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 60 juta. Sejumlah perabot rumah tangga, peralatan elektronik, tiga sepeda motor, hingga uang tunai dan surat-surat penting miliknya ikut hangus terbakar.
Peristiwa itu bermula saat Turmudi sedang tidur di kamar belakang rumah. Tiba-tiba, ia terbangun dan mendapati percikan api muncul di ruang tengah.
Api yang awalnya terlihat kecil dengan cepat membesar. Kobaran kemudian merambat ke bagian atap rumah. Menyadari situasi semakin berbahaya, Turmudi segera menyelamatkan diri dengan keluar rumah.
Ia lantas meminta pertolongan warga sekitar. Sejumlah warga yang mendengar kabar kebakaran bergegas mendatangi lokasi. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api telanjur membesar. Bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu jati membuat api cepat menjalar ke berbagai bagian.
Rumah berukuran sekitar 14 x 14 meter dengan atap genteng itu akhirnya hangus terbakar. Upaya warga menyelamatkan bangunan tidak membuahkan hasil.
Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto mengatakan, kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah barang berharga milik korban ikut musnah.
Di antara barang yang terbakar adalah perabotan rumah tangga, televisi, kulkas, serta tiga sepeda motor, yakni Honda Supra 125, Honda Vario, dan Yamaha Xeon.
Tak hanya itu, surat-surat penting milik korban juga tidak sempat diselamatkan. Uang tunai sebesar Rp 12 juta yang disimpan di dalam sepeda motor Honda Vario turut hangus dilalap api.
“Dari hasil pemeriksaan, penyebab kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik,” ujar AKP Sunarto.
Dugaan korsleting listrik menjadi perhatian, terutama karena kebakaran terjadi ketika korban sedang tidur. Api yang muncul saat penghuni rumah beristirahat berpotensi terlambat diketahui, sehingga memberikan waktu bagi kobaran untuk membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan kabel, sambungan, serta peralatan listrik secara berkala perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan segera memperbaiki apabila ditemukan kerusakan. Peralatan listrik yang tidak diperlukan sebaiknya dimatikan sebelum tidur atau meninggalkan rumah,” tandasnya.
Musibah yang menimpa Turmudi menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran bisa muncul ketika penghuni rumah lengah. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi kabel maupun sambungan listrik, terlebih pada rumah dengan material bangunan yang mudah terbakar. (mun)
Editor : Sirojul Munir