Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Tepung Tapioka Melonjak, Pelaku UMKM Kuliner Menjerit

A
Penulis: Anita Fitriani❯
Ilustrasi tepung tapioka (IStock)
Ilustrasi tepung tapioka (IStock)

Advertisement

RADAR KUDUS — Kenaikan harga tepung tapioka kembali menjadi perhatian sejumlah pelaku usaha kuliner kecil di berbagai daerah.

Dalam dua pekan terakhir, harga komoditas ini dikabarkan naik hampir dua kali lipat, dari kisaran Rp10 ribu menjadi Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut membuat pedagang cireng, cilok, kerupuk, dan jajanan berbasis tapioka harus menyesuaikan strategi agar usahanya tetap berjalan.

Advertisement

Kenaikan harga tepung tapioka dilaporkan terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat menyebut harga tepung aci naik sekitar 30 persen, dari Rp10 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram menjadi Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Advertisement

Kenaikan ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadikan tapioka sebagai bahan utama produk kuliner.

Di Sukabumi, sejumlah pedagang mengaku harga tepung tapioka yang biasanya berada di kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram kini mencapai Rp20 ribu.

Mereka menyatakan lonjakan telah berlangsung selama sekitar dua minggu. Akibatnya, sebagian pedagang memilih mengurangi keuntungan atau menyesuaikan porsi jajanan agar tidak langsung menaikkan harga jual kepada konsumen.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bandung. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung mencatat harga tepung tapioka naik dari sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu menjadi Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut disebut dipicu oleh berkurangnya pasokan bahan baku singkong dari daerah sentra produksi, yang dipengaruhi musim kemarau dan penurunan hasil panen.
Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha di Surabaya.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer