GROBOGAN – Polisi masih mendalami keributan yang melibatkan sejumlah anak di saluran irigasi Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (10/9/2026) tersebut sempat viral setelah videonya beredar di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Grobogan telah melakukan penanganan dan pendalaman terhadap perkara tersebut.
Sejumlah pihak yang berkaitan dengan kejadian telah diperiksa untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
“Dari hasil pemeriksaan tenaga medis atau dokter, kondisi korban saat ini dalam keadaan baik. Untuk memastikan kondisi kesehatan korban secara menyeluruh, kami juga akan melakukan pengecekan kesehatan lanjutan,” kata Taufik, Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan kesehatan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus memantau perkembangan kesehatannya setelah kejadian.
Dari hasil pendalaman sementara, polisi menemukan adanya kesalahpahaman yang diduga menjadi pemicu awal keributan. Perselisihan tersebut disebut bermula dari aksi saling ejek antara kedua belah pihak.
Saling ejek itu kemudian berkembang hingga muncul ajakan untuk melakukan duel.
Taufik mengatakan, informasi mengenai awal mula kejadian tersebut disampaikan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai perkara yang tengah ditangani polisi.
“Kami menyampaikan informasi ini agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai awal mula kejadian dan tidak berkembang menjadi penafsiran lain di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Dalam perkembangan penanganan perkara, terduga pelaku telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Mengingat perkara melibatkan anak, Unit PPA juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Bapas dan DP3AKB Kabupaten Grobogan.
“Untuk penanganan perkara ini, dari Unit PPA tetap menggandeng stakeholder terkait, di antaranya Bapas dan DP3AKB Kabupaten Grobogan, dalam rangka penanganan khusus terhadap anak yang berhadapan dengan hukum,” jelasnya.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi sebelum maupun saat keributan berlangsung.
Taufik juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat bermain dan bersosialisasi dengan teman maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjaga dan mengawasi anak-anak saat bermain maupun bersosialisasi agar tidak terpengaruh melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain maupun sesama rekan,” pungkasnya. (int)
Editor : Intan Maylani