GROBOGAN – Ratusan pohon di sepanjang jalan perkotaan Purwodadi, Kabupaten Grobogan mulai ditebang.
Sebanyak 839 pohon dari berbagai jenis, mulai mahoni, angsana, glodokan, palem hingga jambu air, terdampak pekerjaan penataan drainase dan trotoar yang mulai dikerjakan tahun ini.
Penebangan menjadi bagian awal dari proyek pembenahan infrastruktur kawasan perkotaan tersebut.
Sebagian pohon sudah berusia tua. Di sisi lain, akar yang menjalar ke berbagai arah mulai mengganggu trotoar hingga masuk ke saluran drainase dan berpotensi menghambat aliran air.
Kepala Dinas PUPR Grobogan Een Endarto melaui Kabid Perencanaan dan Bina Konstruksi Hari Budi Prasetyo mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan.
Infrastruktur yang rusak akibat pertumbuhan akar perlu dibenahi agar trotoar dapat kembali berfungsi dan saluran mampu mengalirkan air dengan baik.
“Pohon-pohon ini ada yang sudah tua. Akarnya juga menyebar dan masuk ke saluran sehingga menghambat aliran air,” ujarnya.
Penataan kawasan perkotaan Purwodadi tersebut terbagi dalam delapan paket pekerjaan.
Enam paket telah berkontrak dan mulai dikerjakan sejak 4 September. Pekerjaan ditargetkan rampung 27 Desember 2026 dengan masa pelaksanaan 115 hari.
Sejumlah ruas yang masuk dalam pekerjaan antara lain Jalan Panjaitan, Jalan Siswamiharja, Jalan Tendean, Jalan Sudirman, Jalan Gatot Subroto dan Jalan KS Tubun. Pekerjaan dilaksanakan di beberapa titik secara bersamaan.
Sementara dua paket lainnya masih harus melalui proses re-tender, yakni ruas A. Yani-S. Parman dan Jalan Bhayangkara.
"Untuk ruas A. Yani-S. Parman, proses tender sebelumnya tidak menghasilkan penyedia yang memenuhi persyaratan," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat rencana pekerjaan di ruas A. Yani-S. Parman ikut disesuaikan.
Anggaran yang semula mencapai Rp 27 miliar dipangkas menjadi Rp 12 miliar.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, pekerjaan tidak memungkinkan mencakup seluruh rencana awal.
“Karena waktunya mepet, tidak mencukupi. Pekerjaannya pun hanya drainase saja, untuk trotoar tidak jadi,” imbuh Hari.
Pekerjaan di ruas tersebut diproyeksikan mulai berkontrak pada akhir September dengan masa pelaksanaan sekitar 90 hari.
Fokusnya diarahkan pada pembenahan drainase agar fungsi saluran kembali optimal.
Adapun paket Jalan Bhayangkara memiliki nilai sekitar Rp 5 miliar.
Berbeda dengan A. Yani-S. Parman, pekerjaan di ruas ini tetap mencakup penataan drainase sekaligus trotoar.
Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat jga telah dilakukan sebelum pekerjaan berjalan.
Warga yang terdampak turut dilibatkan, termasuk melalui ketua RW, pemilik toko dan warung. Sejumlah sekolah di sekitar lokasi turut diberikan sosialisasi.
Di tengah penataan tersebut, penghijauan kawasan perkotaan tetap menjadi perhatian.
Pohon lama yang ditebang nantinya diganti dengan jenis yang dinilai lebih sesuai untuk ditanam di sepanjang jalan, yakni pule dan tabe buya.
Pohon pengganti akan ditanam menggunakan buis beton dengan kedalaman sekitar satu meter.
Cara tersebut diterapkan untuk membatasi pertumbuhan akar agar tidak kembali menyebar dan merusak trotoar maupun saluran drainase.
Ukuran pohon yang disiapkan juga tidak sekadar bibit kecil.
"Tingginya ditargetkan sekitar lima meter dengan diameter batang 20–25 sentimeter, sehingga keberadaan peneduh baru di sepanjang jalan bisa lebih cepat terbentuk," imbuhnya.
Penataan tersebut diharapkan tidak sekadar memperbaiki saluran air dan jalur pedestrian, tetapi juga menata kembali ruang jalan di kawasan perkotaan Purwodadi.
Pohon tetap menjadi bagian penting untuk menjaga kota teduh dan asri, namun keberadaannya disesuaikan agar tidak berbenturan dengan fungsi infrastruktur di bawahnya. (int)