Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Warning! SPPG Nakal di Rembang Bakal Digembok Permanen

A
Penulis: Ali Mahmudi❯
ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUSBERI EVALUASI: Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono selepas memberikan pengarahan kepada perwakilan Kepala SPPG dari Rembang, Blora, Pati, dan Jepara di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Kamis (10/9) malam
ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUS

BERI EVALUASI: Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono selepas memberikan pengarahan kepada perwakilan Kepala SPPG dari Rembang, Blora, Pati, dan Jepara di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Kamis (10/9) malam

Advertisement

 

REMBANG – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan warning keras kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur yang mengabaikan standar operasional prosedur (SOP), tidak memenuhi standar kesehatan, hingga menyebabkan masalah keamanan pangan, terancam ditutup permanen.

Peringatan itu disampaikan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono saat memberikan pengarahan kepada perwakilan Kepala SPPG dari Rembang, Blora, Pati, dan Jepara di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Kamis (10/9) malam.

Advertisement

Sekitar 50 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Pengarahan digelar sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama setelah munculnya sejumlah persoalan di lapangan.

Trenggono menegaskan, kelalaian pengelola dapur tidak bisa dianggap sepele. Sebab, kesalahan dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan dapat berujung pada masalah serius yang menyangkut keselamatan siswa.

“Saya harus memberikan evaluasi, motivasi, termasuk memberikan hukuman kepada dapur yang tidak melaksanakan prosedur. Kelengahan ini berakibat fatal dan bisa meracuni anak-anak siswa kita,” tegas Trenggono.

Advertisement

BGN meminta seluruh Kepala SPPG segera mengecek kembali kondisi dapur masing-masing. Standar kebersihan, kelayakan bangunan, pengolahan makanan, hingga distribusi harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan.

Trenggono bahkan memberikan sinyal tegas bahwa dapur yang tidak layak tidak boleh dipaksakan beroperasi.

“Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup tahun ini. Karena itu sangat membahayakan,” ujarnya.

Menurut Trenggono, Kepala SPPG merupakan wajah BGN di daerah. Karena itu, satu kesalahan di lapangan berpotensi mencoreng keseluruhan program MBG.

Ia mengingatkan para Kepala SPPG agar tidak kehilangan kedisiplinan meski program tersebut telah berjalan lebih dari setahun. Pengawasan di tingkat pusat, kata dia, terus diperkuat dan harus diikuti dengan keseriusan yang sama di daerah.

Advertisement

Artikel Terkait

46 Siswa Terindikasi, MTsN 1 Rembang Bantah Keracunan MBG

46 Siswa Terindikasi, MTsN 1 Rembang Bantah Keracunan MBG

Sejumlah ambulas siap siaga di MTsN Lasem setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan kemarin.

BREAKING NEWS: Diduga Keracunan MBG, 26 Siswa MAN 2 Lasem Dirawat, 9 Guru Juga Bergejala

BREAKING NEWS: Diduga Keracunan MBG, 26 Siswa MAN 2 Lasem Dirawat, 9 Guru Juga Bergejala

Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kecamatan Lasem, Rembang. Kali ini menimpa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, dengan 26 siswa dirawat di Puskesmas Lasem

Semua Pasien Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Lasem Rembang Sudah Pulang, 31 Siswa Masih Izin

Semua Pasien Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Lasem Rembang Sudah Pulang, 31 Siswa Masih Izin

Kondisi para siswa dan guru SMAN 1 Lasem yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) berangsur membaik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer