GROBOGAN — Ribuan siswa di Kabupaten Grobogan mulai berburu nilai melalui aplikasi Pintar TKA.
Sedikitnya 2.100 siswa telah memanfaatkan aplikasi yang dikembangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan tersebut untuk mengasah kemampuan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Aplikasi ini menjadi salah satu upaya Disdik Grobogan mengintensifkan persiapan siswa, terutama mereka yang duduk di kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.
Sekretaris Disdik Grobogan, Suprojo, mengatakan Pintar TKA merupakan inovasi yang dirancang langsung oleh guru-guru di Grobogan.
Pengembangan aplikasi tersebut dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan siswa karena para guru memahami persoalan pembelajaran yang dihadapi di lapangan.
“Guru-guru kita hebat. Mereka tahu permasalahan, tahu bagaimana mengidentifikasi masalah, hingga menemukan solusinya.
Aplikasi ini dirancang oleh teman-teman guru dan saat ini sudah berisi beberapa paket soal yang ter-entry di dalamnya,” ujar Suprojo.
Pintar TKA saat ini menyediakan latihan soal untuk dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Siswa dapat mengerjakan paket soal secara mandiri, kemudian langsung mengetahui hasil dan capaian nilai setelah menyelesaikannya.
Sistem tersebut membuat siswa tidak harus menunggu hasil koreksi dari guru.
Nilai yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian materi yang masih perlu diperbaiki.
Penggunaannya pun dibuat fleksibel. Aplikasi dapat diakses melalui perangkat Android maupun PC, sehingga siswa bisa berlatih tidak hanya saat berada di sekolah, tetapi juga ketika berada di rumah.
“Penggunaannya fleksibel. Anak-anak justru lebih banyak mengerjakan di luar sekolah, seperti di rumah atau di sela-sela aktivitas luar.
Untuk menyelesaikan satu paket latihan soal, mereka hanya memerlukan waktu sekitar 90 menit,” jelasnya.
Hingga pekan lalu, jumlah pengguna Pintar TKA telah mencapai sedikitnya 2.100 siswa.
Disdik menargetkan angka tersebut terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan penerapan aplikasi di sekolah-sekolah.
Disdik Grobogan juga mendorong agar seluruh siswa tingkat akhir aktif memanfaatkan aplikasi tersebut.
Selain membiasakan siswa mengerjakan soal, latihan secara rutin diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan akademik mereka menghadapi TKA.
Di balik penggunaan aplikasi tersebut, Disdik membawa target setidaknya mampu menembus 20 besar, dengan harapan bisa melompat hingga 15 besar se-Jawa Tengah.
“Harapan dan target dari Dinas Pendidikan, paling tidak kita bisa menembus peringkat 20 besar, atau syukur-syukur bisa mencapai peringkat 15 besar se-Jawa Tengah. Meleset-melesetnya di peringkat 20,” pungkas Suprojo. (int)
Editor : Ali Mustofa