GROBOGAN – Dua rumah milik warga Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan terbakar saat pemiliknya tengah menyaksikan perlombaan di lapangan dusun, Minggu (23/8/2026). Dua rumah yang terbakar masing-masing milik Saimun, 71, dan Didit Supoyo, 61. Kebakaran diketahui sekitar pukul 10.45 WIB.
Saat kejadian, kedua pemilik rumah sedang berada di lapangan dusun untuk menyaksikan perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Jarak lokasi perlombaan dengan rumah korban sekitar 100 meter.
Kepulan asap hitam yang terlihat dari arah rumah Saimun membuat korban bersama sejumlah warga bergegas menuju lokasi. Setibanya di sana, api sudah membakar rumah Saimun dan mulai merambat ke rumah Didit yang berada persis di sebelahnya.
Warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Tak lama berselang, petugas Damkar Kabupaten Grobogan bersama anggota Polsek Geyer tiba di lokasi dan melanjutkan penanganan.
Kapolsek Geyer AKP Daryanto mengatakan, petugas mengutamakan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Anggota bersama petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan di lokasi. Setelah api berhasil dipadamkan, kami melakukan pendataan terhadap kondisi bangunan, korban, saksi serta barang-barang yang terdampak,” ujar Daryanto.
Kebakaran cepat membesar lantaran kedua rumah sebagian besar menggunakan material kayu. Mulai dari bagian bangunan hingga dinding. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat melalap rumah Saimun sebelum merambat ke bangunan di sebelahnya.
Kerugian terbesar dialami Saimun. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp80 juta. Selain bangunan rumah, sejumlah surat berharga dan perabotan rumah tangga ikut terbakar. Satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2015 juga turut hangus.
Sementara rumah Didit Supoyo mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Sejumlah surat berharga dan perabotan rumah tangga ikut terdampak akibat kebakaran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Daryanto menyebut, dugaan sementara kebakaran dipicu obat nyamuk bakar. Api diduga mengenai tumpukan pakaian yang berada di dalam kamar rumah Saimun.
“Dugaan sementara, api berasal dari obat nyamuk bakar yang kemudian membakar tumpukan pakaian di dalam kamar rumah Saimun,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api, terutama ketika meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meninggalkan rumah, terutama terhadap sumber api seperti obat nyamuk bakar, kompor maupun peralatan listrik yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran. Pastikan tidak ada sumber api yang masih menyala saat keluar meninggalkan rumah,” tandasnya. (mun)
Editor : Admin